Ruko Pasar Manis Purwokerto yang Sempat Terbakar Sudah Mulai Ditempati, Pedagang Keluhkan Ganti Rugi

Selang satu bulan pasca kebakaran, kini 8 ruko yang terdampak tersebut sudah diperbaiki dan ditempati para pedagang

Ruko Pasar Manis Purwokerto yang Sempat Terbakar Sudah Mulai Ditempati, Pedagang Keluhkan Ganti Rugi
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Kunarti pedagang Pasar Manis Purwokerto yang kiosnya terbakar sudah mulai berjualan kembali, pada Kamis (2/5/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pasar Manis Purwokerto pada Selasa (9/4/2019) sempat terbakar. Kebakaran tersebut setidaknya menghanguskan 8 ruko di lantai dua. 

Selang satu bulan pasca kebakaran, kini 8 ruko yang terdampak tersebut sudah diperbaiki dan ditempati para pedagang.

Para pedagang sudah mulai menempati ruko sejak Kamis (2/5/2019) lalu. Meskipun sudah diperbaiki 8 ruko tersebut tidak semua sudah ditempati. 

Dari 8 ruko hanya ada 5 ruko yang sudah ditempati. Setelah diperbaiki kondisi ruko terlihat baru dan tidak nampak seperti terkana kebakaran seperti di awal-awal.

"Memang belum semua pedagang menempati ruko. Sebab mereka harus menyiapkan sarana pendukung seperti rak dan lain sebagainya," ujar Ketua Paguyuban Pasar Manis, Samingun kepada Tribunjateng.com, Senin (6/5/2019).

Sementara itu aktivitas jual beli sudah berjalan seperti biasanya.

Salah satu pedagang, Kunarti (55)  mengaku masih memerlukan waktu adaptasi untuk berjualan. Sebab tempat dan peralatan yang dia pergunakan  semuanya baru.

"Masih bingung karena mulai dari awal lagi," katanya.

Kunarti menceritakan jika modal yang harus dia keluarkan untuk dapat berjualan lagi adalah mencapai Rp 10 juta. Bantuan dari Pemda yang kala itu di janjikan mendapat Rp 15 juta belum diberikan sampai saat ini.

"Saya baru menerima bantuan Rp 3 juta sebagai pesangon awal. Katanya nanti ditambah, tapi belum tahu kapan," ungkapnya.

Kunarti menyebut jika jenis dagangan dalam lapaknya belum sepenuhnya komplit seperti sebelum terbakar. Masih ada beberapa item yang belum terbeli, karena terbatasnya modal.

"Saya modal sendiri dulu, semua habis Rp 10 juta. Bantuan sisanya masih belum tahu keluarnya kapan," pungkasnya.

Ketika peristiwa kebakaran terjadi, memang pedagang yang menempati kios-kios tersebut dijanjikan mendapat bantuan senilai Rp 15 juta. Tetapi karena pedagang merasa ingin cepat berdagang, akhirnya mereka tetap mengeluarkan dana secara pribadi sebagai modalan awal. 

Sementara sampai saat ini para pedagang yang kiosnya terbakar belum mendapat kejelasan kapan mendapat sisa bantuannya. (Tribunjateng/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved