Setan Dibelenggu pada Bulan Ramadhan, Mengapa Masih Ada Godaan Maksiat? Simak Penjelasannya

Berikut penjelasan mengapa masih ada godaan maksiat saat bulan puasa Ramadhan padahal setan dibelenggu

Setan Dibelenggu pada Bulan Ramadhan, Mengapa Masih Ada Godaan Maksiat? Simak Penjelasannya
OMAN TRAVELLING
Ilustrasi doa agar setan dibelenggu pada bulan Ramadhan 

Kedua, makna secara majazi.

وَكَذَلِكَ قَوْلُهُ : ( سُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ ) ، يَعْنِى : أَنَّ اللهَ يَعْصِمُ فِيهِ الْمُسْلِمِينَ أَوْ أَكْثَرَهُمْ فِى الْأَغْلَبِ عَنِ الْمَعَاصِى وَالْمَيْلِ إِلَى وَسْوَسَةِ الشَّيَاطِينِ وَغُرُورِهِمْ ، ذَكَرَهُ الدَّاوُدِيُّ وَالْمَهْلَبُ . وَاحْتَجَّ الْمَهْلَبُ لِقَوْلِ مَنْ جَعَلَ الْمَعْنَى عَلَى الْحَقِيقَةِ فَقَالَ : وَيَدُلُّ عَلَى ذَلِكَ مَا يُذْكَرُ مِنْ تَغْلِيلِ الشَّيَاطِينِ وَمَرَدَتِهِمْ بِدُخُولِ أَهْلِ الْمَعَاصِى كُلِّهَا فِى رَمَضَانَ فِى طَاعَةِ اللهِ ، وَالتَّعَفُّفِ عَمَّا كَانُوا عَلَيْهِ مِنَ الشَّهَوَاتِ

Artinya: “Begitu juga sabda Rasulullah SAW ‘setan-setan dibelenggu’ maksudnya adalah sesungguhnya dalam bulan Ramadhan Allah menjaga orang-orang muslim atau atau mayoritas mereka secara umum dari kemaksiatan, kecenderungan untuk mengikuti bisikan dan godaan setan. Demikian sebagaimana dikemukakan oleh Ad-Dawudi dan Al-Mahlab. Al-Mahlab pun memberikan argumentasi yang mendukung kalangan yang memahami makna hadits ini dengan makna hakiki. Ia menyatakan bahwa setan terbelenggu karena para pendurhaka di bulan Ramadhan masuk ke dalam ketatatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari hawa nafsunya."

Imam Ibnu Baththal menjelaskan hadits Nabi di atas secara makna hakiki dan majazi,

Pendekatan secara makna hakiki, setan-setan dibelenggu sama dengan berkurangnya intensitas dalam menggoda manusia.

Pendekatan secara majazi bahwa Allah SWT menjaga orang-orang muslim dari kemaksiatan.

Dapat dipetik kesimpulan ibadah puasa adalah upaya manusia untuk menjaga dirinya dari belenggu kemaksiatan.

Semakin manusia bertakwa (melaksanakan perintah kepada Allah), maka iman semakin kuat dan terjaga dari maksiat.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW dalam hadits bersabda bahwa puasa mampu untuk menekan nafsu syahwat.

Hadits dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu.

Halaman
1234
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved