Niatan Pelaku Bawa Kabur Motor Muncul Saat Perjalanan Menuju Salatiga, Rencana COD Shockbreaker

Terhadap tersangka lanjutnya, dikenakan Pasal 372 atau Pasal 378 KUHAPidana dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Niatan Pelaku Bawa Kabur Motor Muncul Saat Perjalanan Menuju Salatiga, Rencana COD Shockbreaker
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menginterogasi pelaku dalam gelar perkara di Mapolresta Salatiga, Selasa (7/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Isrodi (25) warga RT 05 RW 02 Dusun Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang terancam menjalani kurungan penjara setelah ditangkat Satreskrim Polres Salatiga karena terbukti melakukan penipuan atau penggelapan sepeda motor.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, tersangka atas perbuatannya menggelapkan motor milik Tegar Aji Dewantoro (19) warga RT 05 RW 02 Kelurahan Kutowinangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga pada Kamis (4/4/2019) sekitar pukul 15.00 di Taman Kota Bendosari Salatiga.

“Jadi yang bersangkutan ini pengakuannya hendak menjual shockbreaker. Awal mula komunikasi dengan korban melalui media sosial Facebook, lalu bertemu untuk transaksi atau cash on delivery (COD)," terangnya kepada Tribunjateng.com di Mapolres Salatiga, Selasa (7/5/2019).

Nah, lanjutnya, saat itu pelaku mencoba motor milik korban dengan dalih mencoba shockbreaker.

"Tanpa seizin korban motor dibawa lari atau digelapkan,” terangnya.

Menurut AKBP Gatot, sebelum kejadian, korban dengan pelaku melalui komunikasi aplikasi Whatshapp sepakat untuk melakukan transaksi tukar tambah shockbreaker di Taman Kota Bendosari tepatnya di bawah patung pesawat masuk wilayah Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Ia menambahkan, menurut pengakuan tersangka Isrodi (25), setelah perjalanan dari Grabag Kabupaten Magelang, dia mempunyai niat dan rencana untuk membawa kabur sepeda motor milik korban dengan dalih mencoba motor.

“Setelah bertemu dengan korban pelaku memberikan uang Rp 20 ribu kepada tersangka berinisial AO yang masih di bawah umur, berdalih membeli bensin agar kabur terlebih dahulu. Ketika korban menunggu tidak ada tanda-tanda motornya kembali kemudian kejadian itu dilaporkan ke Polsek Argomulyo,” katanya.

Dikatakan Kapolres, dari peristiwa itu petugas menyita barang bukti 1 unit sepeda motor Mio J bernomor polisi H 6916 UL milik korban serta satu unit kendaraan bermotor yang digunakan pelaku untuk melakukan tindak kejahatan berupa Vega nopol H 2087 DV.

Terhadap tersangka lanjutnya, dikenakan Pasal 372 atau Pasal 378 KUHAPidana dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Saat ini kata dia, pelaku dilakukan penahanan Polres Salatiga untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Adapun kerugian atas kasus ini ditaksir mencapai Rp 14 juta,” jelasnya

Pelaku penggelapan sepeda motor Isrodi (25) kepada wartawan mengaku memiliki ide untuk membawa kabur motor milik korban ketika dalam perjalanan menuju Salatiga.

Ia tidak memiliki niat menjual motor hasil curian tersebut sampai kemudian ditangkap petugas.

“Mempunyai niat bawa kabur waktu sedang perjalanan. Kami komunikasi lewat media sosial untuk bertemu atau COD tukar tambah shockbreaker. Awalnya saya berpura-pura mencoba motor itu, lalu saya bawa lari,” ungkapnya. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved