Aksi Jual Investor Asing di SBN Sepanjang April Capai Rp 6,78 Triliun

Dalam sebulan terakhir, beragam sentimen negatif mendorong investor asing mencatatkan aksi jual, atau net sell di pasar obligasi Indonesia.

Aksi Jual Investor Asing di SBN Sepanjang April Capai Rp 6,78 Triliun
tribunjateng/dok
ILUSTRASI UANG RUPIAH 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Dalam sebulan terakhir, beragam sentimen negatif mendorong investor asing mencatatkan aksi jual, atau net sell di pasar obligasi Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) berkurang Rp 6,78 triliun sepanjang April menjadi Rp 960,34 triliun.

Padahal, pada 12 April lalu, kepemilikan asing di SBN sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa, yakni mencapai Rp 968,40 triliun.

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia, Fikri C Permana mengatakan, sejak mencetak posisi tertinggi itu investor asing mulai melakukan penjualan obligasi.

Walau tidak menyebut secara rinci, menurut dia, hal itu dipengaruhi sejumlah obligasi pemerintah yang jatuh tempo pada periode pertengahan April.

Namun, karena waktunya berdekatan dengan pemilu, belum semua obligasi yang jatuh tempo itu diinvestasikan kembali oleh investor asing.

“Investor asing cenderung menunggu keputusan yang jelas terkait dengan hasil pemilu, sekaligus perkembangan arah perekonomian Indonesia oleh pemerintah terpilih nanti,” ungkapnya, Senin (6/5).

Head of Fixed Income Fund Manager Prospera Asset Management, Eric Sutedja menyatakan, aksi jual di pasar obligasi juga akibat dari tren pelemahan rupiah yang terjadi sejak akhir April lalu.

Ada beberapa hal yang menyebabkan rupiah terkoreksi. Beberapa di antaranya tren kenaikan harga minyak dunia, serta meningkatnya kebutuhan dollar AS seiring dengan masuknya musim dividen.

Selain itu, keputusan The Federal Reserves yang masih mempertahankan kebijakan suku bunga acuan AS juga memengaruhi minat investor asing di pasar obligasi domestik. Sebab, sebagian merasa penurunan suku bunga acuan masih harus menunggu waktu lama.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved