Beli Aneka Takjil Buka Puasa di Purwokerto? Coba Datang ke Jl HR Boenyamin Depan Kampus Unsoed

Bulan suci Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang menjual makanan dan minuman.

Beli Aneka Takjil Buka Puasa di Purwokerto? Coba Datang ke Jl HR Boenyamin Depan Kampus Unsoed
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Keramaian pedagang dan pembeli di sepanjang Jl HR Boenyamin, komplek kampus Unsoed Purwokerto, pada Rabu (8/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bulan suci Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang menjual makanan dan minuman.

Banyak warga yang secara dadakan berprofesi menjadi pedagang dan memadati sejumlah ruas jalan.

Seperti keramaian pedagang takjil yang berada di Jl HR Boenyamin, Purwokerto pada Rabu, (8/5/2019). Salah satu jalan yang menjadi pusat keramaian pedagang adalah di sepanjang Jalan HR Boenyamin, komplek depan kampus Universitas Jenderal Soedirman.

Menjelang berbuka puasa jalan tersebut begitu dipadati pembeli yang akan menyiapkan menu berbuka puasa. Para pedagang menyediakan aneka macam jajanan, lauk pauk, tajil, sayuran matang, kolak, berbagai macam es, dll. 

Hadirnya para pedagang nyatanya memudahkan masyarakat Purwokerto menyiapkan menu berbuka puasa. Harga yang ditawarkan relatif murah dengan aneka makanan dan panganan serta minuman yang lengkap.

Keramaian pedagang tidak hanya dijumpai di Jalan HR Boenyamin saja.  
Sepanjang Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Makam Pahlawan Tanjung Nirwana, Tanjung, Purwokerto Selatan, pedagang takjil tumpah ruah disana.

Makanan dan aneka jajanan dijual oleh pedagang yang berasal dari warga sekitar Tanjung. Dengan keramaian tersebut para pemuda setempat ikut kecipratan berkah dengan menjadi tukang parkir kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang ikut mampir.

Buat anda yang ingin ngabuburit, menunggu waktu berbuka sambil berburu makanan atau tajil bisa datang di sepanjang Jalan HR Boenyamin atau Jalan Tanjung, Purwokerto.

"Hampir setiap Ramadhan pasti memanfaatkan berjualan. Sebab sudah pasti banyak dari kalangan mahasiswa yang berburu makanan menjelang berbuka," ujar Yuyun Dwi kepada Tribunjateng.com, Rabu (8/5/2019).

Yuyun mengaku setiap harinya bisa membuat 150 sampai 200 cup takjil. Wanita yang beralamat di Kelurahan Grendeng RT 4 RW 6, Purwokerto Utara mengaku sebelumnya hanyalah penjual nasi rames,  karedok di rumahnya. Namun, berhubung masuk bulan Ramadhan, dia lebih memilih berjualan takjil.

Sebenarnya berjualan di pinggiran jalan akan menggangu dan membahayakan bagi pedagang itu sendiri. Satpol PP Kabupaten Banyumas sendiri sudah mengimbau agar supaya berhati-hati dan tertib.

"Untuk melarang kami tidak bisa. Hal tersebut merupakan yang sifatnya kasuistik setiap tahun. Setelah sudah buka puasa, nanti akan bubar sendiri-sendiri," ujar Kasi Opdal Satpol PP Kabupaten Banyumas, Kasmo.

Yang terpenting ada komunikasi antara pihak kelurahan dengan pedagang agar tidak macet. Sebab para pedagang biasanya mengincar lokasi yang banyak dilewati masyarakat. (Tribunjateng/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved