Bupati Tegal Minta LIK Logam Desa Padaharja Bisa Match Bersama Balai Latihan Kerja, Ini Alasannya

Bupati Tegal Umi Azizah inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa tempat di Pantura Kabupaten Tegal, Rabu (8/5/2019).

Bupati Tegal Minta LIK Logam Desa Padaharja Bisa Match Bersama Balai Latihan Kerja, Ini Alasannya
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah tinjau LIK Logam Desa Padaharja, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Rabu (8/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa tempat di Pantura Kabupaten Tegal, Rabu (8/5/2019).

Adapun tempat yang didatanginya yakni Lingkungan Industri Kecil (LIK) Logam di Desa Padaharja Kecamatan Kramat, Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tegal di Jalan Raya Tegal-Pemalang Km 16 Kecamatan Suradadi, dan Pantai Purwahamba Indah (Purin) di Kecamatan Suradadi.

Dalam sidak itu, dia didampingi Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Tegal Suharmanto dan Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Tegal Toto Subandrio.

Dalam kunjungannya, Umi berharap Kawasan LIK benar-benar bisa dirasakan para pengusaha otomotif.

Sejauh ini, kata Umi, beberapa pengusaha di Kabupaten Tegal sudah bisa memasok kompenen otomotif ke pabrikan resmi seperti Astra berkat adanya LIK.

"Pada 2018 lalu, hanya tujuh supplier dari Kabupaten Tegal ke pabrikan resmi. Tahun ini, meningkat jadi sembilan supplier. Tentu ini kemajuan sangat positif," kata Umi kepada Tribunjateng.com, di sela tinjauan.

Umi menilai, LIK sebagai lembaga yang dapat memberikan pelatihan kepada perajin logam harus berjalan sinergi dengan BLK.

Dengan adanya sinergi tersebut, Umi berharap program pengetasan pengangguran bisa berkurang dari tingkat desa.

"LIK berwenang memberi sertifikat uji kompetensi bagi perajin las logam. Kami berharap bisa match dengan BLK dan lembaga pendidikan lainnya. Dengan matching tersebut, diharapkan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan perusahaan," terang Umi.

Sementara, Plt Kepala Disperinaker Kabupaten Tegal, Toto Subandrio menuturkan, LIK yang dibangun pada 2017 itu telah memberi sertifikat uji kompetensi kepada ratusan IKM (Industri Kecil Menengah).

Biasanya, kata Toto, LIK memiliki tiga agenda di tiap tahunnya.

Dalam satu agenda, Toto menyebut ada 20 sampai 30 IKM yang mendaftar pelatihan praktik di LIK untuk memperoleh sertifikat uji kompetensi.

"Jika setiap tahun ada tiga agenda pelatihan. Berarti sudah ada ratusan IKM yang lolos dari LIK ini," jelas Toto. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved