Muntah Membatalkan Puasa Saat Ramadhan, Betulkah? Simak Penjelasannya

Berikut penjelasan muntah membatalkan puasa saat Ramadhan ini menurut hadits Nabi Muhammad SAW.

Muntah Membatalkan Puasa Saat Ramadhan, Betulkah? Simak Penjelasannya
FREEPIK
Ilustrasi muntah membatalkan puasa saat Ramadhan 

مَنْ ذَرَعَهُ قَىْءٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَإِنِ اسْتَقَاءَ فَلْيَقْضِ

Artinya: "Barang siapa yang muntah menguasainya (muntah tidak sengaja) sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidak ada qodho baginya. Namun apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib baginya membayar qodho." (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

Penjelasan hadits di atas tentang tidak adanya qodho, artinya tidak perlu mengulangi puasanya.

Sedangkan wajib baginya membayar qodho, artinya wajib mengulang kembali puasanya.

Hadits di atas menjelaskan, muntah yang membatalkan puasa jika dilakukan dengan sengaja.

Ibnu Taimiyah menjelaskan dalam Kitab Majmu Al Fatawa, jika seseorang itu menyengajakan dirinya untuk muntah, puasanya batal.

Namun jika ia dikuasai oleh muntahnya, puasanya tidak batal.

Perlu menjadi catatan.

Meskipun muntah karena tidak sengaja, jangan sampai sisa muntahan yang masih ada di mulut itu tertelan kembali.

Jika tertelan itu membatalkan puasa.

Halaman
123
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved