Operasi Pekat Polres Tegal Jaring Belasan Anak Punk dan Jukir Liar

Ada 16 anak punk yang kami jaring bersama dua jukir. Untuk anak punk kami serahkan ke Dinsos Kabupaten Tegal untuk diassesment.

Operasi Pekat Polres Tegal Jaring Belasan Anak Punk dan Jukir Liar
ISTIMEWA
Belasan anak punk dikumpulkan di Mapolres Tegal seusai terjaring dalam operasi pekat yang berlangsung beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Petugas gabungan Polres Tegal menjaring belasan anak punk yang kerap meresahkan di wilayah Ibukota Kabupaten Tegal, yakni Kecamatan Slawi dan sekitarnya.

Selain anak punk, dua juru parkir liar di Kecamatan Slawi dan Dukuhwaru pun turut dijaring petugas.

Kabag Ops Polres Tegal AKP Aris Heriyanto menyebut, kegiatan itu merupakan bagian dari operasi pekat dalam rangka cipta kondisi kamtibmas pasca Pemilu 2019 dan Ramadan 2019.

Operasi itu, kata Aris, dilaksanakan dengan sasaran penjual minuman keras (miras), premanisme, pungli, tempat hiburan karaoke, dan hotel.

"Ada 16 anak punk yang kami jaring bersama dua jukir. Untuk anak punk kami serahkan ke Dinsos Kabupaten Tegal untuk diassesment," kata AKP Aris saat ditemui Tribunjateng.com, Rabu (8/5/2019).

Dia menuturkan, operasi tersebut telah dilaksanakan sejak Jumat (26/4/2019) hingga Senin (6/5/2019).

Selain menyasar anak punk dan jukir, personel pun menyita ribuan miras dari berbagai kecamatan.

Aris menghitung ada 1.304 botol miras yang disita, baik dari Kecamatan Pangkah, Pagerbarang, Lebaksiu, Talang, Slawi, dan Suradadi.

"Operasi ini berlangsung selama 11 hari. Dari situ, kami juga menyita bukti uang hasil pungli oleh jukir sebesar Rp 68.500," tambah Aris. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved