Sengketa Berebut Lahan Parkir, Makam Terapung Syekh Mudzakir Demak Ditutup Sementara
Akibat berebut lahan parkir, makam terapung Syekh Mudzakir ditutup sementara waktu hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Penulis: Alaqsha Gilang Imantara | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng , Alaqsha Gilang Imantara
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Adanya sengketa perebutan lahan parkir, makam terapung Syekh Mudzakir ditutup sementara waktu hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Pantauan tribunjateng.com di lokasi, hanya sedikit pengunjung atau peziarah yang mengunjungi makam Syekh Terapung, Rabu (8/5/2019).
Agung Santoso, pengunjung wisata mengatakan dia mengunjungi kawasan mangrove yang terletak sebelum makam Syekh Mudzakir karena tempatnya bagus dan menyenangkan.
"Kawasan mengrove sebelum Syekh Mudzakir tetap dibuka meskipun makam Syekh Mudzakir ditutup sementara waktu,"tambah Agung.
"Tetap dibuka sih, tetapi pengunjungnya sedikit, saya gak tau ada permasalahan apa,"ungkap Retno Wati, pengunjung lainnya.
Camat Sayung, Sugeng Pujiyono mengatakan utuk menyelesaikan permasalahan tersebut, rencananya besok Senin, 13 Mei 2019 akan dirapatkan di kantor kecamatan bersama pengelola parkir, kepala desa dan orang-orang yang terlibat.
"Permasalahan ini sedang proses pembahasan, sebenarnya dua minggu yang lalu sudah dirapatkan para pelaku di kecamatan untuk mengadakan langkah- langkah yang perlu dilakukan,"ujarnya.
Yang pertama, mengadakan Mou antara desa dengan dhuriyah, pemilik makam Syeh Mudzakir.
Kedua, Mengadakan MoU dengan pengelola perusahaan daerah (perusda) Morosari.
Ketiga, mengadakan pengelolaan bersama antara desa Bedono dengan Purwosari.
"Penutupan makam syekh mudzakir selain karena konflik internal akibat berebut lahan parkir, juga disebabkan akibat rob,"ungkapnya. (agi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tempat-wisata-makam-terapung-syekh-mudzakir-di-desa-bedono-kabupaten-demak-rabu-852019.jpg)