Kapolres Salatiga Pecahkan Semangka di Jalan, Simbol Kepala Tak Dilindungi Helm Saat Berkendara

Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019 masih akan berlangsung sampai 12 Mei mendatang.

Kapolres Salatiga Pecahkan Semangka di Jalan, Simbol Kepala Tak Dilindungi Helm Saat Berkendara
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono saat memperlihatkan analogi bahaya tidak menggunakan helm dengan buah semangka sebagai kepala pengguna jalan di perempatan Tingkir, Kamis (9/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019 masih akan berlangsung sampai 12 Mei mendatang.

Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Salatiga terus menggencarkan sosialisasi keselamatan berlalulintas kepada masyarakat.

Menariknya, dalam sosialisasi yang dipimpin langsung Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono dalam mengingatkan para pengguna jalan agar mengenakan helm saat berkendara dia memanfaatkan buah semangka.

Analogi kepala manusia lewat semangka itu, bermaksud apabila terjatuh pasti luka bahkan dapat pecah.

Pada kesempatan itu, AKBP Gatot mengatakan agar warga saat bepergian selalu mentaati peraturan lalulintas demi keselamatan dan kenyamanan diri sendiri serta pengguna jalan lain.

"Para pengendara motor juga harus menggunakan helm berstandar nasional Indonesia (SNI). Helm merupakan salah satu kelengkapan berkendara untuk melindungi kepala. Apabila tidak akibatnya kayak semangka jatuh tadi," terangnya kepada Tribunjateng.com, di perempatan Tingkir, Kamis (9/5/2019)

Dikatakan Kapolres buah semangka yang jatuh memperlihatkan betapa rawannya kepala manusia apabila tidak dilindungi dengan helm saat terjadi kecelakaan lalulintas.

"Kami pakai buah semangka sebagai analogi. Buah semangka ini pecah setelah terbentur aspal. Hal itu bisa terjadi pada pengendara motor yang tidak menggunakan helm apabila mengalami kecelakaan," katanya

Karenanya ia mengimbau kepada semua pengguna jalan khususnya sepeda motor agar selalu menggunakan helm saat berkendara. Dia menegaskan fungsi helm tidak lain untuk melindungi kepala dari benturan.

Kasatlantas Polres Salatiga AKP Marlin Supu Payu mengatakan, sebagian besar kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Salatiga disebabkan oleh faktor kelalaian manusia.

Pada umumnya mereka melanggar peraturan lalulintas sehingga tingkat kesadaran masyarakat dalam mentaati regulasi harus selalu ditingkatkan.   

"Pada operasi keselamatan lalu lintas candi 2019 ini, kami juga menggiatkan sosialisasi akan pentingnya mentaati peraturan lalulintas. Sayangilah diri kita. Taati peraturan demi keselamatan diri kita," ujarnya

Dia berharap, kegiatan sosialisasi ini bisa menumbuhkan dan meningkatkan kesadaraan masyarakat dalam mentaati peraturan lalu lintas dan berkendara dengan baik.

"Keselamatan berlalulintas tak lepas dari kesadaran masyarakat dalam mentaati peraturan. Karena itu, kami minta masyarakat untuk bisa memahami pentingnya mentaati peraturan lalulintas," pungkasnya. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved