Mantan Penyanyi Cilik Tina Toon Yakin Lolos DPRD

Pelantun lagu anak-anak "Bolo-Bolo" kini sudah gadis. Bahkan dia menjadi caleg PDIP untuk DPRD DKI Jakarta.

Mantan Penyanyi Cilik Tina Toon Yakin Lolos DPRD
ISTIMEWA
Tina Toon semakin seksi 

TRIBUNJATENG.COM -- Pelantun lagu anak-anak "Bolo-Bolo" kini sudah gadis. Bahkan dia menjadi caleg PDIP untuk DPRD DKI Jakarta. Tina Toon kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1993 itu mewakili daerah Kelapa Gading, Cilincing, Koja, dan Kepulauan Seribu.

Berdasar penghitungan riil tim internal formulir C1 yang terkumpul, Tina Toon diprediksi lolos menjadi anggota dewan. Data yang terkumpul kala itu mencapai 92 persen.

"Banyak seleb berpikir popularitas bisa mendongkrak perolehan suara atau peluang dipilih masyarakat. Popularitas saja tidak cukup. Saya malah tidak percaya diri bisa dipilih masyarakat berdasarkan popularitas semata. Itu sebabnya saya blusukan, bertemu warga, dan mendengar apa saja permasalahan yang mereka hadapi selama ini,” kata Tina Toon, Selasa (7/5)

Dia bilang ikut Pemilu bukan untuk mengejar jabatan melainkan menolong orang. Makanya dia rajin blusukan untuk mengetahui permasalahan yang ada.

Cara mengetahui permasalahan warga, dengan terjun langsung dan berinteraksi langsung. Tina Toon percaya diri ikut pemilu setelah mengikuti sejumlah diskusi dan pendidikan politik yang digelar oleh partai tempatnya bernaung.

Dari sejumlah diskusi dan pendidikan politik itu, Tina sadar punya kemampuan berkomunikasi lancar.

"Proses saya terjun ke dunia politik tidak instan," terangnya.

Tian pun terus terang ada pesaingnya yang bermain di dapilnya. Itu hal biasa. Bahkan menurut dia, ada yang "menyiram" lokasi dia, dan merobek spanduknya.

Biasanya, kata Tina, lawan politik yang datang setelah kunjungannya memberikan bingkisan atau cindera mata kepada warga yang di kunjunginya.

Dia pun sempat bingung lihat begitu ketat persaingan. Namun, ia yakin bahwa warga di dapilnya terutama di kawasan Cilincing dan Kelapa Gading bakal tetap mendukungnya.

"Sekarang pemilih pintar. Mereka dikasih apa sama caleg diterima dan yang dicoblos orang yang menurut mereka baik," ujar dia.

"Bagi sebagian orang mungkin adanya pegawas malah merepotkan. Tapi bagi saya justru membantu memahami aturan pemilu. Pengawas merupakan wasit," terang Tina dari Dapil 2 Jakarta Utara. (net)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved