Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Lapor Terima Rp 10 Juta setelah Rommy Ditangkap

Ditemui usai diperiksa KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (8/5), Lukman mengaku mengembalikan uang Rp 10 juta tersebut ke KPK

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Lapor Terima Rp 10 Juta setelah Rommy Ditangkap
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/3). Pemerintah dan DPR menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018 sebesar Rp35,23 juta per jemaah atau naik 0,9 persen dari tahun sebelum.  

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengakui menerima Rp 10 juta dari Haris Hasanuddin selaku pihak yang lolos seleksi jabatan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Namun, ia melaporkan penerimaan uang tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah Ketua Umum PPP sekaligus rekan separtainya, Muhammad Romahurmuziy alias Rommy terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Ditemui usai diperiksa KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (8/5), Lukman mengaku mengembalikan uang Rp 10 juta tersebut ke KPK sebulan setelah diterima dari Haris Hasanuddin. Ia beralasan melakukan itu karena merasa tidak berhak memiliki uang tersebut.

"Jadi, saya tunjukkan tanda bukti laporan yang saya lakukan, bahwa uang itu saya serahkan kepada KPK karena saya merasa saya tidak berhak untuk menerima uang itu," aku Lukman.

Lukman memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama, untuk tersangka Muhammad Romahurmuziy. Sebelumnya, Lukman sempat mangkir pada pemanggilan pemeriksaan penyidik pertama, 24 April 2019 karena alasan ada tugas ke luar kota.

Pada pemeriksaan kemarin, Lukman yang datang pukul 10.00 WIB, baru bisa meninggalkan Gedung KPK pukul 14.40 WIB. Ia menilai penyidik KPK bekerja secara profesional saat melakukan pemeriksaan terhadap dirinya.

Ia mengaku mendapat banyak pertanyaan dari penyidik KPK. Namun, ia tak mengingat jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik KPK. "Saya merasa bersyukur semua prosesnya berlangsung dengan lancar dan tidak ada kendala apa pun," ujarnya.

Sementara itu, Lukman memilih bungkam saat ditanya awak media soal temuan uang Rp 180 juta dan 30.000 Dollar AS di laci meja kerjanya saat tim KPK melakukan penggeledahan di kantor Kementerian Agama pada 18 Maret 2019.

Ia hanya memohon izin agar dapat lewat menuju mobilnya. "Mohon maaf, mohon maaf...," ucap Lukman sembari mengatupkan kedua tangannya.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, membenarkan Menteri Agama Lukman Hakin Syaifuddin telah melaporkan dan menyerahkan uang Rp 10 juta yang dia terima dari Haris Hasanuddin ke KPK. Namun, Lukman melakukan hal itu setelah anggota DPR RI sekaligus rekan separtainya, M Romahurmuziy alias Rommy, terjaring OTT tim KPK, pada 15 Maret 2019.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved