Perpustakaan Dijadikan Lokasi Favorit Ngabuburit Pelajar di Kendal, Contohnya Nurul Aini

Perpusda Kabupaten Kendal hanya buka dari pukul 08.00 hingga pukul 15.00 pada Senin sampai Kamis. Lalu pukul 08.00 hingga pukul 13.00 pada Jumat.

Perpustakaan Dijadikan Lokasi Favorit Ngabuburit Pelajar di Kendal, Contohnya Nurul Aini
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Beberapa pelajar terlihat memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa di Ruang Perpusda Kabupaten Kendal, Kamis (9/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Beragam aktivitas dilakukan masyarakat Kabupaten Kendal untuk menunggu waktu berbuka puasa atau istilah populernya adalah ngabuburit.

Dan, cukup menarik yang dilakukan sebagian kecil pelajar serta mahasiswa ini.

Mereka ngabuburit sembari membaca buku di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kendal.

Selain tersedia aneka macam bacaan, akses internet yang gratis serta fasilitas AC juga menjadi opsi pilihan mereka untuk memilih tempat menghabiskan waktu sembari menunggu waktu adzan magrib tiba.

Namun sayangnya, Perpusda Kabupaten Kendal hanya buka dari pukul 08.00 hingga pukul 15.00 pada Senin sampai Kamis. Lalu pukul 08.00 hingga pukul 13.00 pada Jumat dan Sabtu.

Setelah itu, mereka harus mencari tempat lain lagi untuk melanjutkan waktu menunggu berbuka puasa.

Nurul Aini pengunjung di perpustakaan itu mengatakan memang memiliki hobi membaca dan memilih Perpusda untuk menyalurkan hobi sekaligus ngabuburit.

"Di sini sekaligus ngadem. Karena ada AC nya. Jadi membaca buku makin nyaman," katanya, Kamis (9/5/2019).

Hal serupa juga disampaikan Khaerul Anam, mahasiswa Unissri Kendal.

Dirinya ingin memanfaatkan waktu luang untuk mengerjakan skripsi sekaligus menunggu waktu berbuka.

"Di sini ada Wifi gratis jadi bisa cari bahan-bahan materi untuk skripsi," tuturnya.

Sementara itu Kabid Perpustakaan Setiadi Pujiharjo mengatakan, pihaknya memang memberikan fasilitas AC dan internet gratis untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung perpustakaan.

Meski demikian jumlah pengunjung pada Ramadan ini menurun dibandingkan bulan-bulan lainnya.

"Mungkin bisa karena banyak yang berpuasa, jadi banyak yang mengurangi aktivitas. Namun banyak warga yang aktivitasnya menjadi padat karena meningkatkan kualitas ibadah di masjid-masjid," pungkasnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved