Bupati Kendal Mirna Annisa: Tetap jaga Persatuan dan Persaudaraan Pasca Pilpres 2019

Bupati Kendal Mirna Annisa mengajak seluruh elemen dan anggota masyarakat Kabupaten Kendal untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan.

Bupati Kendal Mirna Annisa: Tetap jaga Persatuan dan Persaudaraan Pasca Pilpres 2019
IST
Deklarasi damai pasca Pemilu 2019 Kabupaten Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si dalam sambutan tertulisnya pada Rapat Masalah Strategis dan Aktual yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Moh. Toha, ST, M.Si, Kamis (9/5/2019) di Pendopo Pemkab, mengajak seluruh elemen dan anggota masyarakat di Kabupaten Kendal untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan yang sebelumnya berbeda pilihan pasca berakhirnya pesta demokrasi 17 April 2019 berupa Pilpres dan Pileg.

Seperti dikatakan Sekda Toha, Bupati Mirna mengharapkan supaya warga masyarakat di Kabupaten Kendal bersyukur karena baru saja bangsa Indonesia berhasil melewati tahap puncak perhelatan Pemilu serentak pada tanggal 17 April 2019 yang lalu.

"Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga masyarakat Kendal khususnya Bapak-Ibu semua, dan seluruh petugas yang terlibat (dari KPU, Bawaslu, PPK, KPPS dan pengawas, serta seluruh jajaran keamanan) atas kerja kerasnya dalam mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2019," ucap Sekda membacakan sambutan Bupati Mirna.

Seperti diketahui Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Kendal dapat berjalan dengan lancar, damai dan sukses.

Siapapun harus menghormati apa pun yang diumumkan atau diputuskan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi pada 22 Mei 2019 nanti. 

Apa pun yang diputuskan nanti harus dihormati.

Karena sejak awal, baik sebelum, saat dan setelah rapat pleno KPU, sudah disepakati bersama bahwa semua pihak untuk mendukung hasil keputusan KPUD, dan semua pihak juga harus sama-sama mendukung hasil pleno KPU RI, serta tidak diperbolehkan melakukan aksi yang bersifat provokatif.

Terakhir, kepada TNI, Polri dan seluruh jajaran keamanan diminta agar bertindak tegas untuk menindak dan menetralisir berbagai aksi yang akan mengganggu ketertiban dan keamanan nasional serta keutuhan bangsa Indonesia pasca Pemilu 2019 ini.

Sementara Komandan Kodim 0715 Letkol Inf. Ginda Mohamad Ginanjar dalam penyampaian makalahnya mengimbau kepada warga dan semua pihak untuk menghargai para calon presiden serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, memelihara perdamaian dan kondusifitas wilayah.

"Saya mengingatkan agar masyarakat untuk tetap tenang, untuk tidak terprovokasi dengan hasutan dan informasi atau berita-berita hoax yang tidak bertanggung jawab, jangan melakukan tindakan anarkis yang melanggar hukum dan peraturan Perundangan-undangan yang berlaku sambil menunggu hasil resmi penghitungan suara oleh KPU," serunya.

Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita, SH dalam sambutannya pun meminta semua pihak untuk bergandengan tangan, bersatu padu, untuk selalu guyub dan rukun, serta menciptakan Kendal yang aman, damai dan kondusif.

Berhati-hatilah dan selalu bijak dalam penggunaan media sosial, serta jangan mudah terprovokasi yang terjadi di media sosial terutama berbagai narasi menyesatkan yang berkembang akhir - akhir ini. 

Diketahui usai penyampaian materi oleh Kaplores Kendal, para peserta Rakor yang terdiri dari 350 orang dari Forkopimda, OPD terkait, Toga Tomas, LSM perwakilan peserta Pileg dan Timses 01 dan 02 menyatakan Deklarasi Damai Pasca Pemilu Serentak 2019 dengan membacakan deklarasi yang ditirukan para peserta Rakor.

Setelah itu dilakukan Penandatanganan Dukungan Deklarasi Damai Pasca Pemilu Serentak 2019 oleh anggota Forkopimda, KPU, BAWASLU, TKN, BPN, perwakilan Partai Politik, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan elemen masyarakat lainnya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved