Ngopi Pagi

Fokus: Seusai Pilpres Venezuela dan Indonesia

Di sebuah negara yang melahirkan banyak wanita cantik peraih gelar ratu kecantikan sejagat atau Miss Universe, yakni Venezuela

Fokus: Seusai Pilpres Venezuela dan Indonesia
tribunjateng/bram kusuma
Tajuk ditulis oleh Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda 

Oleh M Nur Huda

 Wartawan Tribun Jateng, 

Di sebuah negara yang melahirkan banyak wanita cantik peraih gelar ratu kecantikan sejagat atau Miss Universe, yakni Venezuela, kini sedang dilanda konflik politik. Perseteruan antara pemerintah dengan pihak oposisi yang melibatkan negara-negara asing masih memanas.

Dampaknya, krisis ekonomi hebat yang sedang melanda negara itu, membuat setiap harinya tak kurang dari 5.000 orang memilih meninggalkan negerinya. Tercatat sudah mencapai 3 juta lebih warga yang meninggalkan negaranya, bahkan PBB memperkirakan akan ada peningkatan hingga akhir 2019.

Permasalahan dalam negeri yang sudah berlangsung bertahun-tahun, diperparah gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) tanpa partisipasi oposisi. Di Pilpres itu, Presiden Nicolas Maduro kembali terpilih dan dilantik pada Januari 2019 lalu.

Namun beberapa hari setelahnya, pimpinan oposisi, Guaido, mendeklarasikan diri sebagai Presiden Venezuela. Deklarasi itu dapat dukungan sejumlah negara tetangga termasuk negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Deklarasi Guaido berdasar atas tudingan Pemilu 2018 dipenuhi dengan kecurangan. Di sisi lain, Maduro mulai kehilangan simpati rakyatnya sebagai dampak ambruknya ekonomi Venezuela. Padahal, negara ini dahulu dikenal negara kaya raya.

Deklarasi Guaido berbuntut panjang hingga ke sikap para pendukungnya. Bahkan Mahkamah Agung Venezuela, memutuskan apa yang dilakukan oposisi merupakan bentuk pemberontakan, konspirasi, dan pengkhianatan terhadap negara.

Dampaknya, AS beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan ancaman akan memilih opsi operasi militer ke Venezuela dengan dalih keamanan. Namun opsi itu belum terealisasi, karena Maduro mendapat dukungan dari Rusia, China, Iran, Turki, dan beberapa negara lainnya.

Bagaimana dengan Indonesia yang baru saja menggelar Pilpres? KPU masih melakukan rekapitulasi suara melalui berbagai tingkatannya yang pemenangnya baru diumumkan 22 Mei 2019 mendatang.

Namun, sudah ada kandidat yang deklarasi kemenangan bahkan hingga tiga kali dalam waktu yang berdekatan. Mayoritas masyarakat Indonesia mengetahui hal itu, ada yang mencibir, mendukung, maupun sedih melihatnya.

Di tengah proses rekapitulasi suara, dugaan kecurangan terus dihembuskan melalui media sosial. Meski negara sudah memberi kanal pembuktian berbagai dugaan kecurangan melalui Mahkamah Konstitusi seusai penetapan oleh KPU, nampaknya ada pihak yang tidak sabar.

Pelampiasan ketidakpuasan hasil hitung cepat Pilpres dari lembaga statistik yang berdasar akademis, dilakukan dengan cara memainkan emosi warga. Terbaru, isu people power juga terus dihembuskan dengan narasi telah terjadi kecurangan yang sistematis, terstruktur dan masif.

Sebagai warga negara, kekhawatiran yang muncul bukan persoalan siapa yang menang dan kalah dalam Pilpres. Namun munculnya campur tangan asing yang bakal memperkeruh iklim politik dalam negeri, utamanya pihak yang memiliki kepentingan atas kekayaan sumberdaya alam Indonesia.

Pada Ramadan 1440 Hijriyah ini, doa tulus terpanjatkan pada Allah SWT, agar negara yang dikenal memiliki keadaban saling menghormati dan menyayangi ini tidak luntur dan berubah menjadi bengis. Amin.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved