Harga Sembako Miring, Warga Jaten Karanganyar Serbu Pasar Murah

Memasuki bulan ramadhan 1440 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar pasar murah di 17 kecamatan

Harga Sembako Miring, Warga Jaten Karanganyar Serbu Pasar Murah
Tribunjateng.com/Agus Iswadi
Warga sedang transaksi jual-beli di Gedung Seba Guna Desa Dagen Kecamatan Jaten Karanganyar, Jumat (10/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Memasuki bulan ramadhan 1440 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar pasar murah di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Sesuai jadwal, Pemkab Karanganyar akan menggelar pasar murah tersebut sebanyak 18 kali selama bulan ramadhan mulai Rabu (8/5/2019) hingga Rabu (29/5/2019). Pasar murah tersebut dimulai dari pukul 08.00-11.00.

Dari pantauan Tribunjateng.com di loaksi pasar murah yang berada di Gedung Serba Guna Desa Dagen Kecamatan Jaten, tampak beberapa warga sedang melaksanakaan transaksi jual-beli di dalam gedung.

Kabag Perekonomian Karanganyar, Desy Pramudiasty menyampaikan, pada hari ketiga ini pasar murah digelar di dua tempat yakni Kecamatan Jaten dan Kecamatan Jumantono.

"Harga beras di luar Rp 9.500- Rp 10 ribu, di sini dijual Rp 8.000. Per paketnya 5 kg dijual Rp 40 ribu. Untuk gula pasir di luar harganya Rp 12,5 ribu, di sini dijual Rp 11 ribu. Per paket 2 Kg dijual Rp 22 ribu." katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (10/5/2019).

"Teh per pres di luar Rp 24 ribu, di sini dijual Rp 22 ribu. Sirup di luar harganya Rp 9.500, di sini 8 ribu. Per orang batasi 2 botol. Sedangkan minyak goreng di luar harga Rp 10.500, di sini dijual Rp 9.000 dan mie instans dijual Rp 20 ribu berisi 5 biji," lanjutnya.

Desy menjelaskan, di setiap lokasi pasar murah pihaknya membawa stok sembako dalam jumlah yang sama. "Beras 1.150 kg, gula pasir 930 kg, teh 2.520 pres, sirup 300 botol, mie instan 1.640 biji dan minyak goreng 396 bungkus," paparnya.

Ia menuturkan, dalam transaksi jual-beli, warga setempat tidak perlu menggunakan kupon atau sejenisnya. Sistem pembayarannya langsung. "Di sini yang paling banyak dicari minyak, gula pasir, dan beras. Kalau kemarin, beras di desa tidak laku. Hanya terjual 70 kg - 100 kg. Tapi di daerah Desa Ngasem (Kecamatan Colomadu) beras habis, gula habis, sirup sisa beberapa botol. Antusias warga bagus. Hari pertama masih agak sepi karena masih jauh dari hari lebaran," paparnya.

Adapun beras yang dijual di pasar murah ini, diambil dari produk lokal daerah Jatiyoso. Terkait subsidi dari permerintah, disesuaikan dengan kebutuhan. "Per barang beda-beda, kisaran Rp 450 sampai Rp 3.000," tuturnya.

Sementara itu, warga Celeb Kidul Rt2/3 Desa Dagen Jaten, Suyatun (54) mengatakan, kebetulan sedang di rumah, karena biasanya jualan di Pasar Klewer. "Ngertos wonten pasar murah saking grup arisan, PKK lan grup hadrah (tahu kalau ada pasar murah dari grup arisan, PKK dan Hadrah). Niki tumbas gendis, sirup, beras, mie, minyak goreng (Ini beli gula pasir, sirup beras, mie instan, minyak goreng). Kagem kiyambak, dingge stok puasa kaliyan liburan (buat sendiri, untuk stok puasa dan lebaran). Kula kumpliti ben rata (saya beli semua supaya lengkap)," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (10/5/2019).

Ia menuturkan, kualitas berasnya bagus dan harganya terjangkau. Suyatun mengaku, belanja di pasar murah menghabiskan uang hampir Rp 300 ribu. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved