Wisata Sejarah di Banyumas, Lorong Blothong Peninggalan Belanda Sejak 1839

Siapa sangka lorong kumuh bekas pembuangan limbah pabrik gula jaman kolonial Belanda diubah menjadi spot menarik untuk berfoto.

Wisata Sejarah di Banyumas, Lorong Blothong Peninggalan Belanda Sejak 1839
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Sejumlah pengunjung anak-anak yang sedang menyusuri lorong Blothong pada Jumat (10/5/2019). TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Siapa sangka lorong kumuh bekas pembuangan limbah pabrik gula jaman kolonial Belanda diubah menjadi spot menarik untuk berfoto.

Inilah Lorong Blothong, sebuah terowongan sepanjang 80 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi 1.5 meter. 

Lorong atau terowongan Blothong adalah lorong sunga

i bawah tanah yang dibangun pada masa pemerintah kolonial belanda pada 1839.

Lorong tersebut dahulunya dijadikan sebagai tempat membuang limbah pabrik atau Blothong.

Blothong itu sendiri adalah limbah pembuangan tebu dari pabrik gula yang terdiri dari belerang dan kapur (laru atau pemutih gula).

Pada jaman Jepang lorong ini juga dijadikan sebagai tempat berlindung warga ketika ada bahaya yang mengancam.

Lorong Blothong menjadi salah satu alternatif seru berburu foto unik dan menarik.

Mengandalkan terowongan bekas Suikerfabrik Kalibagor atau pabrik gula Kalibagor lorong tersebut menampilkan suasana klasik.

Dahulunya sisa limbah dari pengolahan gula dibuang ke Sungai Serayu melalui terowongan yang melintas di tanah warga tersebut.

Halaman
123
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved