Awal Puasa, Bawang Putih Di Kabupaten Tegal Melejit Rp 52 Ribu/Kg, Ini Penyebabnya

Harga bawang putih kian melambung tinggi di Kabupaten Tegal yang notabene merupakan daerah sentra budidaya pembibitan bawang putih.

Awal Puasa, Bawang Putih Di Kabupaten Tegal Melejit Rp 52 Ribu/Kg, Ini Penyebabnya
ISTIMEWA
Tim Satgas Pangan Polres Tegal melakukan tinjauan ke Pasar Trayeman, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Sabtu (11/5/2019) ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Harga bawang putih kian melambung tinggi di Kabupaten Tegal yang notabene merupakan daerah sentra budidaya pembibitan bawang putih.

Hal itu terpantau Tim Satgas Pangan Polres Tegal selama 10 hari meninjau di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Tegal meliputi, Pasar Trayeman Kecamatan Slawi, Pasar Banjaran Kecamatan Adiwerna, dan Pasar Pepedan Kecamatan Dukuhturi.

Ketua Satgas Pangan Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo menuturkan, harga bawang putih di Kabupaten Tegal sempat menembus angka Rp 52.000 per Kilogram.

Melambungnya harga tersebut, kata Bambang, terjadi pada Senin, 6 Mei 2019 lalu, tepatnya saat hari pertama puasa bulan Ramadan.

"Operasi pangan kami mulai sejak Selasa (30/4/2019) lalu. Hingga saat ini, harga kenaikan yang paling mencolok di Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) adalah bawang putih," kata AKP Bambang kepada Tribunjateng.com, usai operasi di Pasar Trayeman, Sabtu (11/5/2019).

Harga Cabai Turun, Harga Bawang Putih Masih Tinggi di Kota Tegal

Bambang yang juga menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Tegal itu menuturkan, harga bawang putih selama 10 hari ini memang cenderung fluktuatif (naik turun).

Sebab pada Selasa 30 April 2019 lalu, harga bawang putih stabil berkisar Rp 41.000 per Kilogram.

Kemudian memasuki bulan puasa ramadhan pada Senin 6 Mei 2019 kemarin, harga bawang putih melambung tinggi hingga Rp 52.000 per Kilogram.

"Sedangkan untuk hasil operasi pangan pada Kamis (9/5/2019) kemarin sampai sekarang, harga bawang putih turun jadi Rp 46.000. Namun, tetap saja harganya masih tinggi di pasaran," jelas Kasatreskrim.

Terpisah, salah satu petani bawang putih asal Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Ahmad Maufur menuturkan, mahalnya bawang putih disebabkan karena banyaknya importir di-blacklist oleh pemerintah.

Meski Kabupaten Tegal dikenal sebagai sentra budidaya bawang putih, Maufur menyebut, bawang putih yang ditanam saat ini baru bisa dipergunakan untuk pembenihan saja.

Menurut Maufur, benih bawang putih yang banyak dibudidaya di Desa Tuwel tersebut memang dipersiapkan untuk permintaan pasar ke depannya.

"Jadi, bawang putih di sini (Kabupaten Tegal) hanya untuk pembenihan saja. Proyeksinya, benih tersebut bisa meluas ke daerah lain, tidak sebatas di Kabupaten Tegal saja," papar Maufur, saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (11/5/2019).

Dia menilai melonjaknya harga bawang putih saat ini merupakan hal yang wajar karena produksi dalam negeri belum bisa mencukupi.

"Terlebih, banyak importir yang di-blacklist. Otomatis harga bawang putih melejit karena importir berkurang dan beimbas ke jumlah bawang putih yang terbatas di pasaran," ujar Maufur. (gum)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved