Mengapa Banyak Orang Berbagi Takjil Saat Buka Puasa Ramadhan, Begini Penjelasannya

Berikut ini penjelasan mengapa di bulan Ramadhan banyak dermawan berbagi takjil untuk buka puasa.

Mengapa Banyak Orang Berbagi Takjil Saat Buka Puasa Ramadhan, Begini Penjelasannya
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Jemaah dan warga sekitar menikmati bubur India sebagai menu buka puasa di Masjid Jami Pekojan, Semarang, Kamis (9/05/2019). 

Simak penjelasannya berikut.

Pahala orang yang memberikan takjil sama dengan pahala orang berpuasa.

Hadits dari Zaid bin Khalid Al Juhani ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Artinya: "Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Dalam Faidul Qodir karya Al Munawi dijelaskan, memberi makan buka puasa di sini boleh makan malam atau kurma.

Jika tidak bisa itu, maka bisa pula dengan seteguk air.

Selain itu, keutamaan lain diperoleh dari doa orang yang diberi menu untuk berbuka puasa.

Apabila orang yang diberi hidangan berbuka puasa itu mendoakan si pemberi, niscaya doanya menjadi doa mustajab (mudah dikabulkan).

Nabi Muhammad SAW bersabda.

Halaman
123
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved