Guru SD Ini Dituding Perekam Pemuda Ancam Penggal Jokowi : Saya Mengajar dan Belanja di Sukabumi

Kasus ancaman pemenggalan kepala Presiden oleh HS yang viral di media sosial, menyeret nama seorang guru di Sukabumi.

Guru SD Ini Dituding Perekam Pemuda Ancam Penggal Jokowi : Saya Mengajar dan Belanja di Sukabumi
ISTIMEWA
Kasus ancaman pemenggalan kepala Presiden oleh HS yang viral di media sosial, menyeret nama seorang guru di Sukabumi. 

TRIBUNJATENG.COM - Kasus ancaman pemenggalan kepala Presiden oleh HS yang viral di media sosial, menyeret nama seorang guru di Sukabumi.

Guru SD tersebut, yaitu Agnes Kusumahandari, dituding sebagai perekam video yang kemudian memviralkan ke media sosial oleh warganet.

Tentu saja Agnes terkejut, karena pada hari yang sama dia mengajar di Sukabumi dan siangnya berbelanja di sebuah supermarket di Sukabumi.

Geger Penemuan Mayat Wanita Tanpa Kepala di Sebuah Parit, Diduga Dalam Kondisi Hamil Muda

UPDATE: HS Pemuda yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Ditangkap di Bogor

Terkena Bujuk Rayu, Janda di Purwokerto Tertipu Kenalan di Facebook, Mobil Honda Brio Raib

Bill Tagihan Obat Anak Nikita Mirzani Capai 13 Lembar, Berikut Totalnya

Usai Berhubungan Intim Bangun Kesiangan Sampai Lupa Mandi Junub, Puasa Sah Atau Tidak?

Inilah 24 Anggota Tim Asistensi Hukum Bentukan Wiranto, Ada Mahfud MD, Rocky Gerung Sebut Kata Dungu

Guru SDN Citamiang 1 Kota Sukabumi Agnes Kusumahandari yang dituduh oknum netizen khawatir menjadi sasaran kemarahan warganet akibat fotonya dicatut sebagai wanita perekam video seorang pemuda yang mengancam akan memenggal Presiden RI Joko Widodo.

"Saya terkejut foto saya menjadi viral dan dituduh sebagai wanita yang merekam ujaran ancaman yang dilakukan seorang pemuda saat unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Pusat di Jakarta.

Karena saat kejadian atau pada Jumat (10/5/2019) saya berada di Sukabumi untuk mengajar dan dibuktikan pada saat itu saya berbelanja di pasar modern Sukabumi dan struk pembayaran masih ada," kata Agnes di Sukabumi, Senin (13/5/2019).

Menurut warga Perumahan Babakan Permai, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, wanita yang ada di video itu dipastikan bukan dirinya.

Pasalnya, pada saat aksi unjuk rasa di Bawaslu Pusat, ia masuk sekolah seperti biasa untuk mengajar anak didiknya.

Di hari yang sama atau Jumat, setelah pulang mengajar sekitar pukul 14.00 WIB ia melanjutkan berbelanja di salah satu pasar modern di Kota Sukabumi.

Sehingga, dirinya merasa tertekan dengan adanya bahwa di media sosial saat ini sedang ramai dibicarakan bahwa wanita yang merekam video pelaku berinisial HS dengan mengancam akan memenggal Presiden Jokowi merupakan dirinya.

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved