Harga Melejit, Petani Bawang Putih Temanggung Ini Malah Ngaku Kesulitan Untuk Jual Hasil Panen

Berdasarkan data di Kementerian Pertanian, area tanam bawang putih tersebar di delapan kabupaten di Indonesia.

Harga Melejit, Petani Bawang Putih Temanggung Ini Malah Ngaku Kesulitan Untuk Jual Hasil Panen
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Tumpukan bawang putih jenis kating di Pasar Bitingan Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Berdasarkan data di Kementerian Pertanian, area tanam bawang putih tersebar di delapan kabupaten di Indonesia.

Antara lain Lumajang, Lombok Timur, Solok, Bandung, Tegal, Magelang, Temanggung, dan Malang.
Penghasil bawang putih terbesar yaitu Lombok disusul Temanggung.

Meski begitu, total hasil bumi bawang putih hanya sekitar 5 persen dari kebutuhan penduduk di Indonesia. Artinya, kisaran 95 persen bawang putih untuk kebutuhan sehari-hari adalah impor.

Masa tanam bawang putih mencapai 120 hari baru bisa dipanen. Jika baru berumur di bawah 100 hari belum bisa dipanen. Seorang petani bawang putih di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Siti Romlah (58), mengatakan pesimis bisa panen dalam waktu dekat ini saat harga tinggi.

"Ini baru umur 30 hari. Panen bawang putih itu kalau sudah umur 120 hari, jadi masih lama. Panen untuk mengejar harga yang tinggi ini sepertinya tidak bisa," ungkapnya.

Dia mengaku terlambat mulai tanam bawang putih karena musim hujan panjang. Sehingga petani banyak yang menanam padi atau bawang merah. Bawang merah bisa dipanen setengah dari usia panen bawang putih, yakni 60 hari.

Demikian juga petani di Kledung Kabupaten Temanggung. Mereka tidak merasakan kegemberiaan saat harga komoditas ini meroket di pasaran.

Alih-alih menikmati keuntungan berlipat, para petani bawang putih mengaku kesulitan untuk menjual hasil panen mereka.

Sebut saja Suwanto di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Temanggung, rumahnya tampak dipenuhi hasil panen bawang putih yang masih belum terjual.

Sebagian bawang putih itu, dijemur di bawah terik mentari. Sementara, sebagian besar lainnya terhampar lantai dialasi anyaman bambu.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved