Puluhan Emak-emak Bawa Panci Terus Teriakkan Agar Jokowi Didiskualifikasi

puluhan ibu-ibu yang memakai kaca mata hitam serta membawa peralatan dapur seperti panci dan belanga.

Puluhan Emak-emak Bawa Panci Terus Teriakkan Agar Jokowi Didiskualifikasi
Kompas.com/HIMAWAN
Komisioner Bawaslu Sulsel Asradi saat hendak disumpah oleh massa aksi yang mengatasnamakan dirinya Forum Rakyat Menggugat (FORGAT) di depan kantor Bawaslu Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, MAKASSAR - Ratusan pengunjuk rasa yang menamakan diri Forum Rakyat Menggugat (Forgat) mendatangi kantor Bawaslu Sulsel di Jalan A P Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/5/2019).

Dalam aksi yang berlangsung sejak Senin siang hingga sore mereka untuk meminta Bawaslu Sulsel mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Sulawesi Selatan.

Forgat sendiri diisi oleh beberapa LSM yang ada Makassar.

Pemandangan menarik terlihat pada puluhan ibu-ibu yang memakai kaca mata hitam serta membawa peralatan dapur seperti panci dan belanga.

Mereka tak henti-hentinya meneriakkan untuk mendiskualifikasi capres-cawapres nomor urut 01 karena menurut mereka banyak melakukan kesalahan.

Salah satu Komisioner Bawaslu Sulsel Asradi mengatakan, ada empat tuntutan para aksi ini.

"Usut kecurangan pemilu, investigasi perhitungan situng KPU, kemudian diskualifikasi calon 01 dan investigas kematian KPPS," kata Asradi, usai mengadakan pertemuan dengan para pengunjuk rasa yang di antaranya diwakili oleh pengacara kondang di Makassar, Faisal Silenang.

Saat diminta untuk menjawab tuntutan para pendemo, Asradi diminta bersumpah di bawah kitab suci Al Quran untuk tetap mengusut empat tuntutan mereka.

Di bawah sumpah itu, Asradi berjani Bawaslu tetap akan bekerja berdasarkan undang-undang yang berlaku.

"Kami akan menindaklanjuti sesuai dengan regulasi yang ada."

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved