Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tren Campur Bahasa Indonesia-Inggris, Cuma untuk Gaya?

Cara berkomunikasi campur bahasa ini tengah menjadi sorotan di media sosial.

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq
IST
Ilustrasi Obrolan 

Oleh Afi Normawati, M.Pd., Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nasional Karangturi (UNKARTUR) Semarang

“Weekend kemarin gue ga sengaja ketemu my ex. Dia lagi jalan sama his girlfriend gitu..And I feel like.. you know, nyesek banget!”

MUNGKIN kita sering mendengar gaya percakapan anak milenial tersebut, atau bahkan kita sendiri sering menggunakannya.

Cara komunikasi ini tengah menjadi sorotan di media sosial.

Ada yang berpendapat ini hal yang bagus karena menunjukkan kemampuan multibahasa, ada juga yang mengatakan ini tidak baik karena merusak tatanan bahasa yang baik dan benar.

Lalu bagaimana pandangan Universitas Nasional Karangturi tentang hal ini?

Afi Normawati, M.Pd.
Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nasional Karangturi (UNKARTUR) Semarang
Afi Normawati, M.Pd. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nasional Karangturi (UNKARTUR) Semarang (IST)

Bagaimana fenomena ini terjadi?

Praktik mencampur bahasa sebenarnya sudah ada sejak dulu dan dipelajari dalam salah satu cabang ilmu bahasa, yakni sosiolinguistik.

Saat berkomunikasi, seorang pembicara mungkin mengalami kesulitan dalam mengungkapkan maksud dan perasaannya.

Jadi agar komunikasi menjadi lebih efektif, dia merasa perlu mencampur dua bahasa (code mixing) dan/atau beralih menggunakan bahasa lain (code switching).

Hal seperti ini bisa saja terjadi terutama dalam dalam masyarakat multilingual, misalnya orang Indonesia, yang bersinggungan dengan beragam bahasa, yaitu bahasa daerah, bahasa nasional (Bahasa Indonesia), dan bahasa asing (terutama Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional).

Alasan milenial memakai bahasa gado-gado

Karena merupakan bahasa global, Bahasa Inggris otomatis menjadi bahasa asing yang paling populer.

Berbagai macam informasi dari seluruh dunia disampaikan dalam bahasa ini.

Jika kita mendengar orang Indonesia berbicara dengan mencampur bahasa kesehariannya dengan bahasa asing, maka Bahasa Inggris lah yang paling sering digunakan.

Lalu, apa sih alasan generasi milenial bicara dengan dua bahasa ini?

Prestise

Ada anggapan bahwa menggunakan Bahasa Inggris dapat meningkatkan gengsi sosial.

Orang yang berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dianggap memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi daripada yang tidak.

Jadi image yang ingin dibangun oleh pembicara adalah kesan bahwa dia orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki keterampilan berbahasa asing.

Karena gengsi dan keinginan untuk terlihat keren, orang akhirnya berkomunikasi dengan cara ini.

Kebiasaan

Orang yang sering mencampur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris kemungkinan memang terbiasa memakai Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Bisa jadi dia lama tinggal di negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi untuk sekolah atau kuliah, atau bisa juga dia bekerja di proyek di mana banyak orang asing ikut terlibat di dalamnya, sehingga kebiasaan itu terbawa dalam cara diaberkomunikasi sehari-hari.

Pergaulan

Sekarang ini kita sering melihat host acara televisi, selebgram, penyiar radio sering mencampur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris.

Karena menganggapnya keren, lambat laun para milenial terpengaruh dengan hal yang sering dipertontonkan oleh para public figure ini.

Pada akhirnya, agar dianggap gaul, mengikuti perkembangan zaman, dan diterima di lingkungan pergaulan, orang pun mau tidak mau ikut menggunakan bahasa campuran saat bersama dengan teman-temannya.

Proses Belajar Bahasa

Alih-alih menganggapnya sebagai hal negatif, fenomena campur bahasa ini bisa dilihat sebagai hal yang wajar dalam berkomunikasi, asalkan tidak salah tempat.

Wajar saja jika kita menggunakan bahasa campuran saat berinteraksi dengan teman dalam situasi informal.

Namun akan sangat tidak elok jika kita menggunakannya di forum formal misalnya dalam rapat, konferensi, dan sebagainnya.

Meskipun begitu, penggunaan bahasa yang baik dan benar, baik itu Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, harus terus kita pelajari dan biasakan.

Untuk mempelajari Bahasa Inggris lebih lanjut dan mendalam, daftarkan diri dan kuliah di Universitas Nasional Karangturi.

Universitas Nasional Karangturi memiliki Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan kurikulum terbaru, fasilitas lengkap dan tenaga pengajar berkompeten. (*)

Untuk informasi lebih lanjut hubungi : 0243545882, 08112710322

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved