Bahas Rizieq Shihab soal Kecurangan Pemilu, Wiranto Akhirnya Ungkap Dirinyalah Pembina FPI di 1998

Wiranto memberi tanggapan soal seruan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang dianggap menghasut masyarakat pasca-Pemilu 2019.

Bahas Rizieq Shihab soal Kecurangan Pemilu, Wiranto Akhirnya Ungkap Dirinyalah Pembina FPI di 1998
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam) Wiranto menghadiri sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 73. 

TRIBUNJATENG.COM - Mantan Panglima TNI Panglima TNI periode 1998-1999 yang kini menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto memberi tanggapan soal seruan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang dianggap menghasut masyarakat pasca-Pemilu 2019.

Pernyataan Wiranto disampaikannya saat menjadi narasumber di acara Aiman Kompas TV, Senin (13/5/2019).

Pernyataan tersebut diawali dari pembawa acara Aiman bertanya soal orang yang disinggungkan Wiranto saat melakukan konfrensi pers beberapa waktu lalu.

"Saya harus bacakan, takut salah dari sisi redaksinya, Bapak menyatakan bahwa dalam konferensi pers itu ada tokoh di luar negeri yang mengompori dan menghasut masyarakat, Bapak keberatan untuk menjelaskan?," tanya Aiman.

"Enggak (keberatan), Habib Rizieq," ujar Wiranto.

Wiranto lalu menjelaskan apa yang ia maksudkan dengan menghasut masyarakat.

"Videonya kalau punya HP, kemudian YouTube, ada juga lewat WA, semua tahu bahwa dia mengeluarkan maklumat," tutur Wiranto.

"Kemudian membuat pernyataan yang katakanlah mengepung KPU lah, itu kan semuanya kan membuat suasana panas."

Wiranto juga menyebutkan soal tudingan kecurangan yang dilontarkan Habib Rizieq.

"Di luar negeri enggak ikut pemilu, bisa katakan pemilu ini penuh kecurangan, buktinya apa? Kan pemilu waktu itu baru selesai baru mau dihitung, toh baru ngumpulkan kalau ada kecurangan sudah ada wadahnya," tambahnya.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved