Pemkot Pekalongan Belum Merespon Tawaran Lapak Batik Rest Area Fungsional, Bikin Pedagang Kesal

Pengelola rest area fungsional Tol Trans Jawa Ruas Pemalang-Batang Km 344 memberikan tawaran kepada Pemkot Pekalongan.

Pemkot Pekalongan Belum Merespon Tawaran Lapak Batik Rest Area Fungsional, Bikin Pedagang Kesal
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Para pekerja membangun toilet rest area fungsional Tol Trans Jawa Ruas Pemalang-Batang Km 344, Kota Pekalongan, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pengelola rest area fungsional Tol Trans Jawa Ruas Pemalang-Batang Km 344 memberikan tawaran kepada Pemkot Pekalongan.

Adapun tawaran tersebut ditujukan untuk para pedagang batik agar dapat mengisi lapak di rest area fungsional.

Dengan luasan rest area mencapai 6 hektare, pengelola rest area menyediakan 15 lapak khusus untuk pedagang batik Kota Pekalongan.

Namun hingga pembangunan rest area fungsional mencapai 70 persen, Pemkot Pekalongan belum juga memberikan jawaban.

Walaupun Pemkot Pekalongan belum memberi jawaban, namun beberapa pedagang menanggapi tawaran tersebut.

"Kalau saya yang diberi tawaran pasti mau menempati karena momentum Lebaran. Dan pastinya banyak pemudik mampir ke rest area," jelas Dini Asiati (48) pedagang batik di Pasar Grosir Batik Setono Kota Pekalongan, Selasa (14/5/2019).

Wanita yang sudah berdagang batik hampir 7 tahun itu mempertanyakan lambatnya respon Pemkot Pekalongan terhadap tawaran tersebut.

"Katanya pemerintah mau batik lebih maju dan meningkatkan perekonomian pedagang batik. Mengapa tidak diterima, ini kan aneh," kesal Dini.

Terpisah, Sartono Penanggung Jawab Rest Area Fungsional saat ditemui Tribunjateng.com di rest area fungsional itu menjelaskan, sebelum rest area dibangun, Pemalang-Batang Tol Road (PBTR) sudah menawarkan ke Pemkot Pekalongan untuk mengisi lapak.

"Kami juga ingin memperkenalkan batik Pekalongan ke masyarakat. Namun hingga kini tawaran kami belum ditanggapi Pemkot Pekalongan," ujarnya.

Menurut Sartono, tiap lapak ukuran 3X6 meter itu diyakini sudah bisa menampung barang dagangan para pedagang.

"Untuk harga sewa bisa didiskusikan. Namun hingga kini belum juga ada jawaban. Kemungkinan kalau tidak ada jawaban sampai rest area dioperasikan, kami akan beri kesempatan menempati lapak ke masyarakat umum," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved