Breaking News:

Ratusan Honorer Lolos K2 Gelar Aksi di Kantor DPRD Brebes Tuntut Kejelasan Status P3K

Ratusan tenaga honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Brebes menggelar aksi demo di halaman kantor DPRD Brebes, Senin (13/5/2019).

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
m zaenal arifin
Ratusan tenaga honorer K2 Kabupaten Brebes menggelar aksi di halaman kantor DPRD Brebes, Senin (13/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Ratusan tenaga honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Brebes menggelar aksi demo di halaman kantor DPRD Brebes, Senin (13/5/2019).

Massa yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Brebes itu menuntut kejelasan nasib terkait status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Ratusan honorer datang secara bertahap ke halaman DPRD mulai pukul 09.30 WIB. Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor dan mobil.

Koordinator aksi FHK2I Brebes, Tokidio mengatakan, aksi dilakukan karena para tenaga honorer mengeluhkan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pasalnya, meski telah dinyatakan lolos passing grad (PG) dalam seleksi, tetapi tidak masuk dalam kuota.

"Kami datang ke DPRD untuk beraudiensi dengan wakil rakyat kami, untuk meminta kejelasan bagi honorer K2 yang lolos PG, tetapi tidak lolos kuota dalam seleksi P3K. Kami banyak beraharap DPRD bisa memberikan solusi yang tepat," kata Tokidio.

Tokidio menuturkan, masih banyak masalah itu yabg dihadapi para tenaga honorer K2 di Brebes. Di antaranya, ketidak jelasan tenaga honorer K2 yang lolos seleksi yang hingga kini belim menerima ijazah. Padahal, mereka sudah diwisuda pada 2019 ini.

"Kami meminta tidak ada pengangkatan tenaga K2 untuk menjadi P3K susulan, sebelum persoalan yang terjadi ini diselesaikan," ujarnya.

Dikatakannya, jumlah tenaga honorer K2 dari tenaga pendidik yang mengikuti seleksi P3K ada sebanyak 771 orang. Tetapi, satu di antaranya tidak hadir dalam tes sehingga ada 770 orang. Dari jumlah itu, 516 di antaranya memenuhi ambang batas atau lolos PG. Namun dari 516 yang dinyatakan lolos PG tersebut hanya diambil 123 peserta.

"Ini berarti masih ada 393 orang yang lolos PG tetapi tidak masuk kuota. Mereka ini nantinya mau dikemanakan," tanyanya.

Kemudian, lanjut dia, tenaga honorer kesehatan ada sebanyak 74 peserta yang mendaftar seleksi P3K dan ada sebanyak 70 peserta yang lolos PG, sementara kuota yang dibutuhkan hanya 18 orang.

"Ini yang membuat kami kecewa. Untuk itu, kami berharap adanya solusi dan besar harapan kami kuota ini ditambah," ujarnya.

Dalam aksi itu, para tenaga honorer K2 langsung ditemui Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes Imam Royani bersama beberapa anggotannya. Beberapa perwakilan honorer K2 kemudian diterima beraudiensi dengan Komisi IV DPRD Brebes.

Dari hasil pertemuan dengan Komisi IV DPRD, sambung dia, pihaknya belum puas karena solusi belum bisa direalisasikan. Namun demikian, ketika upaya yang dilakukan pihaknya masih juga mengambang, desakan akan terus dilakukan.

Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Imam Royani mengatakan, memang di Kabupaten Brebes ada sebanyak 626 tenaga honorer K2 yang lolos seleksi P3K. Namun dari jumlah itu, kuota yang tersedia hanya sebanyak 201.

"Itu karena berkaitan dengan kemampuan keuangan daerah. Sehingga, total yang sudah lolos tetapi belum terakomodir sebanyak 445 orang," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan berusaha mengupayakan solusinya melalui Badan Anggaran. Pasalnya, untuk memenuhi seluruh kuota yang lolos dan gajinya disesuaikan dengan ASN golongan IIIa, maka setiap honorer akan menerima Rp 3 juta.

"Itu berarti untuk Dinas Pendidikan membutuhkan anggaran Rp 11 miliar dan Dinas Kesehatan Rp 1 miliar untuk menggaji mereka. Ini nanti kita akan bawa ke Badan Anggaran sehingga tuntutan mereka (honorer K2) bisa terpenuhi," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved