Hilir Mudik Penumpang di Terminal Pekalongan Kian Berkurang, Ali Tasan Sebut Kondisi Itu Sejak 2017

Bukti dampak bus semakin ditinggalkan sebagai sarana mereka bepergian ke luar kota terlihat semakin sepinya terminal dari hilir mudik calon penumpang.

Hilir Mudik Penumpang di Terminal Pekalongan Kian Berkurang, Ali Tasan Sebut Kondisi Itu Sejak 2017
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Suasana bus menunggu para calon penumpang di Terminal Kelas IIA Pekalongan, Rabu (15/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Masyarakat seakan semakin meninggalkan bus sebagai moda transportasi umum mereka dalam bepergian.

Bahkan ada kesan, mereka lebih nyaman menggunakan kereta api.

Hal itu pula beriringan dengan semakin menjamurnya kendaraan pribadi, baik beroda dua maupun beroda empat.

Bukti dampak bus semakin ditinggalkan sebagai sarana mereka bepergian ke luar kota terlihat semakin sepinya terminal dari hilir mudik calon penumpang.

Seperti di Terminal Kelas IIA Pekalongan, dimana jumlah penumpang semakin lama semakin menurun.

Kepala Terminal Kelas IIA Pekalongan, Ali Tasan menjelaskan, tren penurunan transportasi darat sudah terjadi sejak 2017.

"Penurunan minat masyarakat menggunakan bus mulai menurunkan. Bisa dilihat sendiri contohnya di terminal ini," paparnya, Rabu (15/5/2019).

Ia menjelaskan, dari 1.000 penumpang di tiap hari, kini Terminal Kelas II A Pekalongan hanya didatangi 500 penumpang.

"Jumlah bus juga banyak berkurang. Walaupun kini masih 170 armada yang masuk ke terminal, namun kami yakin hanya separuh yang bisa dinyatakan lulus uji kelayakan," jelasnya.

Ali menuturkan, persaingan antar model transportasi menjadi penyebab penurunan angka pengguna bus.

"Sekarang banyak yang memilih kereta atau menggunakan mobil pribadi untuk menempuh perjalanan jauh, namun walaupun demikian kami tetap akan memaksimalkan angkutan umum. Apalagi jelang Lebaran," imbuhnya.

Dengan penentuan tarif Rp 1.791 per kilometer, Ali menganggap bus masih layak dan terjangkau sebenarnya oleh masyarakat.

"Menurut kami kondisi bus yang ada di Terminal Kelas IIA Pekalongan masih layak. Kami rutin menggelar pengecekan, seperti yang akan kami lakukan bersama Dinhub Kota Pekalongan pada 20 Mei 2019," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved