‎Mbarep Dapat Keuntungan Rp1.500 per Butir dari Jualan Pil Koplo

Satuan Reserse Naroktika dan Obat-obatan Berbahaya (Sat Resnarkoba) Polres Temanggung meringkus pengedar pol koplo jenis Trihexphenidyl.

‎Mbarep Dapat Keuntungan Rp1.500 per Butir dari Jualan Pil Koplo
TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO' ROZIKI
Kasubag Humas Polres Temanggung, AKP Henny WL, menunjukkan tersangka Mbarep dan sebagian barang bukti, saat gelar perkara, Rabu (15/5). (yan) 

Rata-rata, sambung Mbarep, satu paket kecil berisi 10 butir, dengan harga jual antara Rp30.000 - Rp35.000 per paket.

Walhasil, ia bisa mereguk keuntungan antara Rp1.000 - Rp1.500 per butirnya.

"Satu kaleng berisi 1.000 butir rata-rata habis dalam waktu dua bulan‎," akunya.

Diakui, sehari-hari ia menjadi sopir angkutan pengepul rongsokan.

Menurutnya, ia tergiur keuntungan berjualan pil koplo untuk menambah pemasukan sehari-hari, yang dirasa kurang.

Kasubag Humas Polres Temanggung, AKP Henny Widiyanti L, mengatakan tersangka diringkus di sebuah kamar kos‎ yang terletak di Kelurahan Temanggung I, Kecamatan Temanggung, pada Minggu (5/5) kemarin.

Menurutnya, tak ada perlawanan dari tersangka saat diciduk petugas.

"Kami mendapati informasi adanya peredaran Narkoba di masyarakat yang dirasa cukup meresahkan warga, setelah kami telesuri, ternyata obat-obatan berbahaya yang dipasok tersangka‎," terangnya.

Disampaikan lebih lanjut, saat penangkapan tersangka, petugas juga menemukan berbagai barang bukti dari dalam kamar kosnya.

Di antaranya, 75 paket kecil dalam bungkus plastik klip 'pil koplo', yang masing-masing paket berisi 10 butir. 250 butir Trihex‎ yang masih belum dikemas dalam pekt-paket kecil.

Halaman
123
Penulis: yayan isro roziki
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved