Sampai Lontarkan Ancaman akan Penggal Jokowi, HS Beberkan Alasannya di Depan Polisi 

Sementara itu, polisi pun masih memburu perempuan yang diduga merekam dan menyebarkan video yang menampilkan HS itu

Sampai Lontarkan Ancaman akan Penggal Jokowi, HS Beberkan Alasannya di Depan Polisi 
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Tersangka berinisial HS (25) yang mengancam memenggal Presiden Joko Widodo ditahan di Polda Metro Jaya. 

TRIBUNJATENG.COM - HS (25), tersangka yang mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo melakukan aksinya dengan alasan emosional.

"Untuk pemeriksaan HS, motif melakukan itu, dia menyampaikan karena emosi saat menyampaikan ucapan (ancaman pemenggalan kepala presiden) tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada awak media, Rabu (15/5/2019).

Penyidik Polda Metro Jaya masih akan melakukan pemeriksaan intensif guna mengetahui motif lain yang menjadi alasan HS menyuarakan ancaman itu.

"Tapi nanti akan kita pelajari (ada kemungkinan motif lainnya). Nanti ada saksi ahli yang menyelidiki durasi video yang menampilkan saat dia berucap (ancaman) dan bagaimana posisi dia mengikuti kamera," ujar Argo.

Sementara itu, polisi pun masih memburu perempuan yang diduga merekam dan menyebarkan video yang menampilkan HS itu.

Sebelumnya diberitakan, HS ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, pada Minggu (12/5/2019) pukul 08.00.

HS diduga melontarkan ancaman untuk memenggal kepala Presiden Joko Widodo saat melakukan aksi demo di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jumat (10/5/2019) siang.

Aksinya tersebut terekam dalam sebuah video dan tersebar di media sosial.

Tindakannya itu juga dilaporkan oleh relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania.

HS melarikan diri ke rumah kerabatnya di daerah Parung, Bogor, setelah video terkait ancaman untuk memenggal kepala Presiden Joko Widodo viral di media sosial.

Polisi mengamankan barang bukti, di antaranya jaket, tas, dan telepon genggam, di rumahnya di kawasan Palmerah.

Akibat perbuatannya itu, HS dijerat pasal makar, yakni Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ancaman hukumannya adalah seumur hidup. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul HS Mengaku Lontarkan Ancaman Penggal Jokowi karena Emosi

Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved