KH Muhammad Yusuf : People Power Jelas Merusak Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Beragam respon masyarakat menyikapi seruan people power yang digaungkan oleh kelompok pasangan calon presiden nomor urut 02.

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Beragam respon masyarakat menyikapi seruan people power yang digaungkan oleh kelompok pasangan calon presiden nomor urut 02.

Seruan people power ini didasari oleh ketidak puasan akan hasil penghitungan KPU.

Pendukung kubu 02 mencurigai adanya kecurangan dan mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan people power pada tangga 22 Mei 2019 mendatang.

Beragam respon masyarakat muncul akan seruan tersebut yang mayoritas menolak dan menganggap people power tidak sesuai dengan mekanisme Pemilu.

Mulai dari tokoh agama hingga tokoh masyarakat menyerukan agar menolak aksi poeplo power yang digawangi oleh tokoh pendukung kubu capres 02.

Seperti yang dilakukan oleh Ro'is Syuriah Kecamatan Slawi sekaligus anggota Syuriah PCNU Kabupaten Tegal, KH Muhammad Yusuf.

Muhammad Yusuf menyatakan people power tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

"Bangsa Indonesia berlandaskan Pancasila dan sangat menjungjung tinggi azas Demokrasi," kata Muhammad Yusuf, Rabu (15/5/2019).

Yusuf menyebut, gerakan people power bisa merusak tatanan demokrasi dan persatuan bangsa yang sudah dijalin sejak lama.

"Itu jelas bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat khususnya warga Kabupaten Tegal untuk tegas menolak seruan people power.

Menurutnya, ada mekanisme yang sudah diatur dalam undang undang apabila ada pihak yang tidak terima dengan hasil pemilihan umum.

"Ayo sama sama tolak ajakan people power," pungkasnya.

Editor: muh radlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved