Tawarkan Solusi Masalah Remaja, Pelaku Ini Perdayai 20 ABG untuk Dicabuli

Dengan memanfaatkan kegalauan para ABG, penjahat kelamin yang berkedok dukun ini memasang jeratnya untuk dicabuli.

Tawarkan Solusi Masalah Remaja, Pelaku Ini Perdayai 20 ABG untuk Dicabuli
Kompas.com/ARI MAULANA KARANG
Kapolres Garut didampingi Ketua P2TP2A Garut Diah Kurniasari saat jumpa pers di Mapolres Garut, Rabu (16/5/2019) sore, saat memaparkan kasus dukun palsu yang mencabuli 20 anak di bawah umur. 

TRIBUNJATENG.COM, GARUT -- Dengan memanfaatkan kegalauan para ABG, penjahat kelamin yang berkedok dukun ini memasang jeratnya untuk dicabuli.

Sebanyak 20 orang gadis di bawah umur diduga jadi korban aksi cabul dari RGS (26) yang mengaku sebagai dukun.

Perbuatan RGS terungkap setelah orangtua salah satu korban melaporkan aksinya pada apara kepolisian. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna dalam jumpa pers yang digelar di Mapolres Garut, Rabu (15/5/2019) menyampaikan, pelaku memperdaya korban dengan aksi dukun-dukunan.

Para korban disebut akan mengalami nasib buruk hingga pelaku menawarkan solusinya yaitu dengan cara mulai dari berhubungan badan hingga hanya disentuh pelaku.

"Ada dua ritual yang ditawarkan yang disebut pelaku yaitu kias dan pangsal, ritual ini disebutnya untuk menghindari nasib sial," kata Budi.

Budi memastikan, pelaku bukanlah seorang dukun, apalagi seorang guru mengaji. Sehari-harinya, bujangan tersebut bekerja serabutan di kampungnya.

RGS, sang pelaku, saat ditanya wartawan mengakui ada 20 korban gadis dibawah umur yang telah diperdayanya.

Dari jumlah tersebut, delapan diantaranya diajak berhubungan badan. RGS mengaku, selain anak-anak perempuan di kampungnya, dirinya juga mencari korban lewat media sosial Facebook, dengan cara menjadi teman curhat.

Aksi ini, menurut RGS telah dilakukannya selama kurang lebih satu tahun. Dirinya., melakukan ritual palsu kepada para korban mulai di rumahnya hingga tempat-tempat lainnya.

Pendampingan ke korban Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Diah Kurniasari yang hadir dalam jumpa pers menyampaikan, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada para korban dan keluarganya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved