Bila Hal Ini tak Terjadi, KPU Bakal Tetapkan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih pada 25 Mei 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih pada Sabtu (25/5/2019) pekan depan.

Bila Hal Ini tak Terjadi, KPU Bakal Tetapkan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih pada 25 Mei 2019
Wartakota/henry lopulalan
REAL COUNT KPU - Sejumlah junalis menunggu perkembangan suara Real Count KPU dihalaman KPU, Jala Imam Bonjol, Meneteng Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih pada Sabtu (25/5/2019) pekan depan.

Sedangkan pada 22 Mei, KPU baru sebatas mengumumkan hasil rekapitulasi Pemilu 2019.

Penetapan presiden dan wakil presiden terpilih pada 25 Mei dilakukan jika tak ada gugatan sengketa hasil Pemilu 2019 yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kondisi tersebut juga berlaku bagi pemilihan legislatif, untuk menetapkan jumlah perolehan kursi dan anggota legislatif terpilih.

"Putusan calon terpilihnya, tergantung. Apakah ada sengketa atau tidak. Kalau tanggal 22 Mei kita tetapkan (umumkan), tiga hari kemudian sampai tanggal 25 Mei tidak ada sengketa, maka 25 Mei kita tetapkan," kata Ketua KPU Arief Budiman di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Namun bila ada peserta yang mengajukan sengketa hasil Pemilu 2019 ke MK dalam masa tiga hari, pada 22-25 Mei, maka penetapan calon presiden dan wakil presiden terpilih akan dilakukan pasca-putusan MK.

"Kalau perolehan suaranya disengketakan, maka kita tunggu sampai selesainya proses sengketa. Tapi kalau tidak, maka dalam waktu tiga hari itu, akan kita tetapkan. Tiga hari setelah rapat rekapitulasi selesai (tanggal 22 Mei)," jelas Arief Budiman.

Soal putusan penyelesaian sengketa hasil pemilu presiden dan wakil presiden oleh MK, akan berlangsung dalam rentang waktu 23 Mei 2019-15 Juni 2019.

Sedangkan pengambilan sumpah dan janji pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih akan dilakukan pada 20 Oktober 2019.

Sebelumnya, Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Muhamad Syafii mengatakan, pihaknya tidak akan membawa laporan dugaan kecurangan Pemilu 2019, ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved