Mengintip PSK Bermotor dengan Sebutan 'Gadis Matic' di Semarang, Ini Kata Satpol PP

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, membenarkan adanya PSK yang berada di area Jalan Imam Bonjol.

Mengintip PSK Bermotor dengan Sebutan 'Gadis Matic' di Semarang, Ini Kata Satpol PP
Tribunnews.com
Ilustrasi PSK 

"Sejauh ini ada yang melanggar tapi jumlahnya sedikit, ada di kawasan Mataram dan Imam Bonjol. Itu semua pijat refleksi. Alasan mereka, mereka tidak menerima edaran Wali Kota," sebutnya.

Dikatakan Endro, jika tempat hiburan terdaftar dan memiliki izin pariwisata, pasti akan menerima edaran Wali Kota.

Jika pihaknya mendapati tempat hiburan yang melanggar edaran Wali Kota, pihaknya tak segan untuk melakukan teguran lisan, penutupan sementara, hingga pencabutan izin.

Sebelumnya diberitakan  penjaja seks komersial  telah beroperasi rata-rata menggunakan sepada motor di sepanjang jalan tersebut.

Mereka mematok tarif sekali berkencan berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

Para pekerja seks komersial (PSK) itu terlihat santai. Pantauan Tribun Jateng, dari pukul 21.00 hingga 00.00 tidak ada petugas Satpol PP yang melakukan razia di tempat tersebut.

"Aman tidak bakal ada razia," ucap seorang PSK saat ditanya soal razia.

Kokom, sebut saja begitu, mematok harga Rp 150 ribu sekali berkencan. Harga tersebut belum termasuk kamar yang digunakan untuk melakukan proses eksekusi.

"Nanti kamar harganya Rp 80 di hotel yang ada di sekitar jalan sini," tuturnya.

Dia meyakinkan selama bulan Ramadan belum pernah terjadi razia di wilayah tersebut. Bahkan, dirinya menjamin tidak akan ada Satpol PP yang berpatroli.

Halaman
1234
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved