Mimpi Miliki Rumah Baru, Warga Terdampak Longsor Akhirnya Terwujud, Pemkab Tegal Gunakan Tanah Desa

Pembangunan rumah para korban longsor ini tak terlepas dari bantuan para donatur maupun CSR yang ada di Kabupaten Tegal.

Mimpi Miliki Rumah Baru, Warga Terdampak Longsor Akhirnya Terwujud, Pemkab Tegal Gunakan Tanah Desa
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Secara seremonial Bupati Tegal Umi Azizah meletakkan batu pertama pembangunan rumah warga terdampak longsor, Jumat (17/5/2019). Rumah warga tersebut berada tepat di belakang SD Negeri Kajen 01, Kecamatan Lebaksiu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Warga Desa Kajen RT 04 RW 09, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal yang terdampak longsor akhirnya akan mendapatkan rumah baru di tanah relokasi setelah menunggu hampir dua bulan lamanya.

Sebagian rumah warga yang ambles parah akibat longsor talud pada 7 Februari 2019 lalu itu akan menempati tanah relokasi di belakang SD Negeri Kajen 01, Kecamatan Lebaksiu.

Secara seremonial, Bupati Tegal Umi Azizah meletakkan batu pertama untuk pembangunan lima rumah korban longsor terlebih dahulu, Jumat (17/5/2019).

Pembangunan rumah para korban longsor ini tak terlepas dari bantuan para donatur maupun CSR yang ada di Kabupaten Tegal.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh donatur yang telah membantu. Telah mempertahankan semangat gotong royong, semangat kepedulian, paseduluran hingga rasa empati kepada saudara di sekelilingnya,” kata Umi, Jumat (17/5/2019).

Adapun donatur pembangunan rumah korban longsor itu, urai Umi, seperti dari Korpri Kabupaten Tegal Rp 50 juta, Bank Jateng Cabang Slawi Rp 47 juta, PDAM Rp 34 juta, PD BPR BKK Rp 20 juta, PD BPR TGR Rp 20 juta, PD BKK Slawi Rp 20 juta, serta Pemdes Kajen Rp 94 juta.

Bupati Umi sempat menilai, longsor yang dialami warga Dukuh Blimbing tak terlepas dari ulah manusia.

Karena sebelumnya, jarak sungai antara rumah warga yang dahulunya 50 meter kini menjadi 5 meter.

Sehingga, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan.

“Karena ada beberapa oknum yang mengambil pasir dan batu tanpa memikirkan efek atau dampak keselamatan ke depannya,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved