Tarik Menarik Ongkos Naik Pesawat Terbang, Inilah Perhitungannya

Sejak pertengahan tahun 2018 lalu, muncul sorotan publik mengenai melonjaknya harga tiket maskapai penerbangan nasional.

Tarik Menarik Ongkos Naik Pesawat Terbang, Inilah Perhitungannya
Shutterstock
Ilustrasi tiket pesawat 

TRIBUNJATENG.COM -- Sejak pertengahan tahun 2018 lalu, muncul sorotan publik mengenai melonjaknya harga tiket maskapai penerbangan nasional.

Harga tiket bahkan melonjak hingga 2-3 kali lipat harga sebelumnya.

Merespon kondisi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, menurunkan tarif batas atas (TBA) harga tiket pesawat domestik, pada Rabu (15/5).

Keputusan itu dituangkan melalui perubahan Keputusan Menteri Perhubungan No 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Sebelumnya tarif batas atas dan tarif batas bawah (TBB) diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No 72 Tahun 2019. Dalam peraturan baru, tarif batas atas diturunkan sebesar 12-16 persen, diharapkan harga tiket di tingkat tingkat konsumen ikut turun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti, dalam wawancara eksklusif dengan Tribun Network, Rabu, menyebut revisi tarif batas atas merupakan bentuk bentuk kepedulian terhadap aspirasi masyarakat namun tetap memperhatikan survival industri penerbangan agar tidak kolaps.

Apa sebenarnya yang terjadi sehingga harga tiket di tingkat konsumen melonjak drastis? Apa penyebab utamanya? Berikut petikan wawancara dengan Polana B Pramesti.

Kenaikan harga tiket pesawat menyita perhatian banyak pihak, termasuk Presiden Joko Widodo. Apalagi saat hampir bersamaan, maskapai penerbangan mengenakan bagasi berbayar untuk low cost carrier (penerbangan berbiaya rendah). Apa yang Anda rasakan sebagai Dirjen Perhubungan Udara?

Mumet (Pusing). Yang jelas makan jadi nggak enak. Apalagi saat baca komentar masyarakat di media sosial, yang kadang isinya kurang beretika, terus terang bikin stres.

Kami beberapa kali membuat forum group discussion (FGD) dengan sejumlah pihak. Saran Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) adalah melakukan edukasi terhadap masyarakat.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved