Adem, Polres Klaten dan Pendukung Paslon Capres 01-02 Bagi Takjil Untuk Pengguna Jalan

Puluhan relawan pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden 01 dan 02 bersama para istri anggota Polres Klaten berbagai takjil di simpang 4 masjid

Adem, Polres Klaten dan Pendukung Paslon Capres 01-02 Bagi Takjil Untuk Pengguna Jalan
IST
Puluhan relawan pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden 01 dan 02 bersama para istri anggota Polres Klaten berbagai takjil di simpang 4 masjid Al-Aqsha, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara pada Jumat (17/5/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Puluhan relawan pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden 01 dan 02 bersama para istri anggota Polres Klaten berbagai takjil di simpang 4 masjid Al-Aqsha, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara pada Jumat (17/5/2019) sore.

Kegiatan ini seakan menunjukkan kerukunan antara relawan menjelang pengumumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum 22 Mei 2019.

Dalam pembagian takjil gratis bagi pengguna jalan di simpang 4 Masjid Al-Aqsha ini, Polres Klaten menyediakan 1000 paket takjil yang dibagikan pada pengemudi roda 2 maupun 4 dari arah Jogja, Solo maupun by pas selatan.

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Bobby mengatakan kegiatan sosial ini dilaksanakan sinergi antara Polres Klaten, Bhayangkari dan perwakilan pendukung Jokowi – Amin dan Prabowo – Sandi.

"Selain untuk kegiatan sosial atau shodaqoh, dengan kegiatan bersama ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat luas utamanya diwilayah hukum Polres Klaten, menjelang pengumuman perhitungan suara KPU tidak ada gesekan," kata Bobby.

Hal tersebut menurutnya dapat terlihat baik dari pendukung 01 maupun 02 bersama sama membagikan takjil senagai simbul kebersamaan menciptakan situasi yang kondusif di Klaten.

Ana (25) salah satu penerima takjil gratis mengaku senang dengan kegiatan simpatik seperti ini.

Polisi, menurutnya memang harus berdiri di tengah atau tidak condong ke kepentingan paslon tertentu.

"Sangat bermanfaat, selain dapat sebagai bekal untuk berbuka, kegiatan bersama ini dapat dijadikan contoh bagaimana merawat perbedaan pasca pemilu demi keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)," ucapnya singkat.

Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved