Jalan Semarang-Boja Sering Macet, Jadi Kesempatan Siswa SMPN 2 Boja Bagikan Takjil Gratis

Hal itu mendorong siswa SMP Negeri 2 Boja Kabupaten Kendal untuk membagikan takjil gratis bagi pengguna jalan yang melintas jalan Semarang-Boja.

Jalan Semarang-Boja Sering Macet, Jadi Kesempatan Siswa SMPN 2 Boja Bagikan Takjil Gratis
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Para siswa SMP Negeri 2 Boja Kabupaten Kendal membagikan takjil gratis bagi para pengguna jalan Semarang-Boja. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sejumlah umat Islam terkadang membawa bekal makanan sebagai persiapan berbuka puasa saat menempuh perjalanan panjang di Bulan Ramadan ini.

Selain dalam perjalanan panjang, terkadang warga yang menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadan harus mengalami kemacetan sehingga terkadang tidak sempat berhenti membeli makanan maupun minuman untuk berbuka.

Hal itu mendorong siswa SMP Negeri 2 Boja Kabupaten Kendal untuk membagikan takjil gratis bagi pengguna jalan yang melintas jalan Semarang-Boja.

Pada menjelang malam, seringkali jalan tersebut mengalami macet sehingga membuat para pengguna jalan tidak sempat membeli makanan untuk berbuka puasa.

Awas Banyak Lubang di Jalan Raya Kaliwungu-Boja Kendal

Ketua OSIS SMP Negeri 2 Boja, Jamrud Jovani mengatakan dalam pembagian takjil, Sabtu (18/6/2019), dirinya membagikan 200 takjil.

Takjil itu berisi minuman dan snack makanan untuk menjadi makanan pembuka bagi para pengguna jalan.

"Kegiatan ini untuk mengajak teman-teman siswa SMP Negeri 2 Boja untuk peduli dengan sesama terlebih pada Bulan Ramadan. Yang ikut membagikan yakni anak-anak OSIS sama perwakilan siswa lainnya. Dananya dari sumbangan siswa tiap kelas," ujarnya.

Kepala SMP N 2 Boja, Hartanto pembagian takjil ini masih dalam rangka pendidikan karakter yang dilakukan oleh sekolah dan diinisiasi oleh OSIS SMP Negeri 2 Boja.

Hal itu untuk menguatkan rasa peduli dengan antar sesama.

"Kegiatan ini bukan kali pertama kami lakukan, tiap tahun kami lakukan namun teknisnya tiap tahun berbeda," katanya.

Ia mengatakan tak hanya siswa saja yang ikut menyumbang untuk memberikan takjil.

Para guru pun juga ikut menyumbang agar memberikan contoh yang baik kepada para siswanya.

"Pendidikan Karakter itu hanya sekedar mengajar teori kebaikan, namun guru pun ikut memberikan contoh karakter yang baik kepada siswanya," ujarnya.

Seusai kegiatan itu, para siswa melanjutkan kegiatannya dengan berbuka sama dan solat berjamaah bersama di sekolah. (dap)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved