250 Guru di Jawa Tengah Dilatih Metode Pembelajaran Online, Dikenalkan Juga Aplikasi Weebex Meet

250 guru SD hingga SMK di Jawa Tengah mengikuti Virtual Coordinator Training (VCT) yang digelar di LPMP Jateng, Sabtu (18/5/2019).

250 Guru di Jawa Tengah Dilatih Metode Pembelajaran Online, Dikenalkan Juga Aplikasi Weebex Meet
TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF
Guru SMP Mataram Semarang Andae Meirawan, memberikan materi Virtual Coordinator Training (VCT) kepada ratusan guru di LPMP Jateng, Sabtu (18/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - 250 guru SD hingga SMK di Jawa Tengah mengikuti Virtual Coordinator Training (VCT) yang digelar di LPMP Jateng, Sabtu (18/5/2019).

VCT adalah cara tatap muka secara online antara guru dengan murid serta sesama guru untuk keperluan meeting.

Pelatihnya adalah guru SMP Mataram Semarang Andae Meirawan yang kemudian secara telaten membimbing satu per satu guru.

Ia menjelaskan, VCT merupakan pembelajaran online untuk membantu proses pembelajaran manual.

"Yang paling merasakan manfaatnya ya memang sebenarnya guru SMK karena di sana siswa diwajibkan untuk magang kerja bahkan hingga berbulan-bulan. Di lain sisi mereka juga harus mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas," ucap Andae, Sabtu (19/5/2019).

Dengan menggunakan Virtual Coordinator, guru dan murid tetap bisa bertatap muka secara online untuk melakukan kegiatan pembelajaran.

Meski lebih dirasakan manfaatnya untuk guru SMK, namun peserta training itu juga diikuti guru dari SD dan SMP.

Antusiasme para guru untuk bisa menggelar kelas online memang cukup besar.

Hal itu juga terwujud dari 200 kursi training gelombang pertama peserta membludak hingga mencapai 250 orang.

Training itu memang digelar gratis, sehingga guru bisa leluasa ikut serta.

"Kami kenalkan guru dengan aplikasi Weebex Meet dan memberitahu mereka bagaimana cara mengoperasikannya," terangnya.

Melalui aplikasi itu, ia menjelaskan guru bisa bertatap muka dengan siswa meski berada di lokasi yang berbeda-beda.

Sehingga permagangan nantinya tidak akan menjadi kendala siswa saat harus ikut belajar teori bersama guru.

"Kalau guru SD dan SMP sebenarnya lebih untuk meeting mereka sehingga nantinya saat rapat guru-guru yang sedang ada di tempat lain tetap bisa bergabung," pungkasnya. (Rival Almanaf)

Penulis: rival al-manaf
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved