BNP2TKI Tetapkan Desa Yosorejo Batang Jadi Percontohan Kampung Germandes di Indonesia

BNP2TKI menetapkan Desa Yosorejo Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang sebagai desa percontohan Gerakan Migrasi Aman Desa (Germandes).

BNP2TKI Tetapkan Desa Yosorejo Batang Jadi Percontohan Kampung Germandes di Indonesia
ISTIMEWA
Launching Germandes berlangsung di Balai Desa setempat oleh Bupati Batang didamping Deputi Bidang Penpatan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono, Wakil Bupati Batang Suyoni dan Sekda Nasikin, Sabtu (19/5/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Desa Yosorejo Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang dipilih Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sebagai desa percontohan Gerakan Migrasi Aman Desa (Germandes).

Launching Germandes tersebut berlangsung di Balai Desa setempat oleh Bupati Batang didamping Deputi Bidang Penempatan BPN2TKI Teguh Hendro Cahyono, Wakil Bupati Batang Suyoni dan Sekda Nasikin, Sabtu (18/5/2019) sore.

Bupati Batang Wihaji mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada BNP2TKI yang mengawanahkan Desa Yosorejo sebagai percontohan Germandes.

"Pemkab melalui Desa Yosorejo akan memberikan contoh yang baik bagi Pekerja Migran Indoensia (PMI), karena banyak pilihan bekerja ke luar negeri tapi kita jangan sampai ada yang ilegal," tutur Wihaji.

Dinas Kesehatan Batang Sita Ratusan Takjil, Positif Mengandung Rhodamin B Tinggi

Wihaji mengatakan Pemkab Batang terus berupaya agar tenaga-tenaga migran harus sesuai dengan aturan, karenanya apabila terjadi permasalahan akan mudah kita melacak dan mendapat pelayanan yang maksimal.

"BP2TKI melaunching Desa Germanses sebagai tempat bertanya, tempat latihan kompetensi dan tempat pelayanan penerbitan dokumen persayaratan secara resmi," jelasnya.

Wihaji juga menjelaskan untuk jumlah total PMI asal Kabupaten Batang yang keluar negeri sebanyak 1.800 orang yang resmi, namun ada kurangblebih 500 orang PMI ilegal.

"Kalau di Desa Yosorejo jumlah PMI nya mencapai 192 orang,namuan tidak dipungkiri masih banyak yang berangkat secara ilegal, maka dengan Germanses kita terus upayakan legal," ujarnya.

Deputi Bidang Penpatan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono mengatakan, Pembentukan Desa Germandes didasari karena penempatan pekerja ke luar negeri banyak yang tidak prosedural.

"Banyak warga Indonesia yang menjadi PMI sejumlah 9 Juta orang, namun yang mempunyai dokumen resmi hanya 3 Juta orang," jelasnya.

Teguh Hendro mengatakan dengan melalui pencanangan Germandes masyarakat akan lebih tahu, karena sebagian masyarakat menjadi PMI (Pekerja Migran Indonesia) tidak sesuai Prosedural.

Ada tiga hal permasalahan yaitu banyak warga tidak tahu, banyak calo yang memanfaatkan situasi dan kepedulian yang sangat kurang terhadap PMI.

"Kita pingin mengurangi calo, meningkatkan pemahaman masyarakat dan tingkatkan kepedulian kita, kalu PMI berangkat secara legal akan mendapatkan perlindungan sesuai Undang-undang No 18 tahun 2017 meliputi sebelum dan selama aesudah bekerja, perlindungan hukum, ekonomi dan sosial," jelasnya.

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Batang Hari ke-14 Ramadhan, Minggu 19 Mei

Dijelaskannnya, Desa Yosorejo dibantu oleh Bupati Batang Wihaji ada perlindungan PMI, melalui pemberian fasilitas pelatihan kompetensi dan perlindungan dokumen yang lengkap.

"Nanti masing-masing orang akan memili kopetensi sehingga sudah tidak canggung lagi mengerjakan pekerjaanya,ini semua menjadi tanggung jawab Pemkab, untuk desa menyebar luaskan informasi, mengawasi, membina warganya dan membantu menyelsekan kasus," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved