Berhenti Dukung Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean: Perilaku Brutal Buzzer Setan Gundul

Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku berhenti mendukung capres nomor urut 02, Prabowo Subianto Sandiaga Uno.

Berhenti Dukung Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean: Perilaku Brutal Buzzer Setan Gundul
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2018). 

Ferdinand mengaku, dirinya sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan serangan-serangan seperti itu.

Namun, tegas Ferdinand, ketika yang diserang adalah Ani Yudhoyono, di mana saat ini sedang dalam keadaan sakit, maka hal tersebut tak bisa lagi ditoleransi.

"Kalau sudah masuk ke ranah kemanusiaan, tidak bisa ditolerir," ujarnya.

Diketahui, hubungan partai Demokrat dengan Gerindra mulai terlihat retak sejak Poltisi Demokrat, Andi Arief menyebut ada sosok setan gundul di kubu Prabowo.

Andi Arief lantas menilai setan gundul itu yang membisiki informasi sesat ke Prabowo hingga mengeklaim kemenangan 62 persen.

Lantas, atas istilah setan gundul itu ditanggapi oleh Kivlan Zein dengan menyebut SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) bertindak licik dalam Pilpres 2019.

Kivlan Zen menuding Ketua Umum Partai Demokrat itu berikut partainya ingin menjegal Prabowo Subianto menjadi calon presiden dalam Pilpres 2019.

"Saya tahu sifatnya, mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia. Saya tahu dia orangnya licik. Dia mendukung 01 waktu menang di tahun 2014," kata Kivlan Zen di sela-sela aksi demo di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

Tak hanya itu, Kivlan juga menyinggung peryataan Wasekjen Demokrat Andi Arief yang menyebut ada setan gundul di Koalisi Adil Makmur Prabowo-Sandi.

Kivlan justru menyebut Andi Arief yang merupakan setan gundul.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved