Berhenti Dukung Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean: Perilaku Brutal Buzzer Setan Gundul

Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku berhenti mendukung capres nomor urut 02, Prabowo Subianto Sandiaga Uno.

Berhenti Dukung Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean: Perilaku Brutal Buzzer Setan Gundul
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2018). 

"Ya, yang setan gundul itu dia yang setan gundul. Andi Arief setan gundul, dia yang setan. Masa kita dibilang setan gundul," jelas Kivlan Zen.

Andi Arief sebelumnya memang bercuit soal keberadaan setan gundul yang muncul di tengah perjalanan perjuangan Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Andi mengatakan setan gundul itu memberikan masukan kepada Prabowo yang menurutnya sesat.

Andi mengatakan Partai Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan partai-partai politik pengusung Prabowo-Sandi, yakni Gerindra, PAN, PKS, dan Berkarya, serta rakyat, bukan 'setan gundul'.

Jika si 'setan gundul' masih hadir, Andi mengancam Demokrat bakal memilih jalan sendiri.

Menanggapi tudingan itu, Partai Demokrat langsung mengemukakan sikapnya melalui Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

"Saya bisa memahami kondisinya, mungkin yang terjadi sekarang ini di luar ekspektasinya," ujar Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean menegaskan Kivlan Zen sedang melakukan fitnah ketika menuding SBY tidak ingin Prabowo Subianto menjadi capres di Pilpres 2019.

"Itu fitnah. Tuduhan tak berdasar," tegas Ferdinand Hutahaean.

Dia menjelaskan, justru sejak awal SBY ingin menyukseskan Prabowo Subianto menjadi pemimpin baru di Indonesia.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved