Berhenti Dukung Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean: Perilaku Brutal Buzzer Setan Gundul

Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku berhenti mendukung capres nomor urut 02, Prabowo Subianto Sandiaga Uno.

Berhenti Dukung Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean: Perilaku Brutal Buzzer Setan Gundul
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2018). 

Sebaliknya, Prabowo banyak tidak melaksanakan apa yang disampaikan dan dipesankan SBY.

"Faktanya, Pak Prabowo banyak tidak melakukan apa yang disampaikan oleh Pak SBY. Jadi Pak Prabowo lebih banyak mendengarkan pihak lain," ujar Ferdinand Hutahaean.

Dengan demikian, kata dia, yang terjadi kini hasil pemilu presiden 2019 adalah seperti yang sekarang terlihat.

Untuk itu, Ferdinand Hutahaean menyarankan Kivlan Zen untuk tidak menambah lawan yang baru.

Perlu diketahui, Kivlan Zen dan Eggi Sudjana terlihat mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Kamis (9/5/2019).

Pantauan Tribunnews.com, Kivlan Zen yang mengenakan kemeja abu-abu dengan topi bucket hat berwarna cream tiba di halaman Kantor Bawaslu sekitar pukul 15.00 WIB.

Rombongan Kivlan Zen terlihat bergegas untuk masuk ke dalam gedung Bawaslu.

Barikade rombongan Kivlan Zen bahkan menerobos massa Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak) yang sedang melakukan aksi lebih dahulu.

"Permisi, permisi, Jenderal Kivlan Zen mau lewat," ucap seorang pendampingnya.

Kivlan Zen dan Eggi Sudjana kemudian menuju sisi pintu sebelah kanan gedung Bawaslu.

Namun, barikade kepolisian telah bersiap di depan pintu gerbang.

"Jenderal Kivlan mau masuk, permisi," ucap seorang pendamping Kivlan Zen.

Petugas kepolisian yang berjaga pun bergeming.

Mereka justru memperkuat barikadenya.

Seseorang lalu menggiring Kivlan Zen dan Eggi Sudjana melewati celah barikade kepolisian.

Namun, hal itu pun gagal.

Aksi dorong dengan kepolisian sempat terjadi meski akhirnya Kivlan Zen dan Eggi Sudjana memilih mundur.

Eggi Sudjana menyampaikan bahwa aksinya ke Bawaslu untuk mengadukan kecurangan yang dilakukan Paslon 01, Jokowi-Ma'ruf, telah berizin di kepolisian.

Sehingga, kata Eggi, gagalnya mereka masuk ke Bawaslu merupakan bentuk pelanggaran terhadap UU no 9 tahun 1998 tentang unjuk rasa.

"Polisi harusnya memfasilitasi kita bertemu dengan yang kita demo," kata Eggi kepada wartawan di lokasi.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan, tindakannya ini bukan merupakan gerakan makar.

Lebih kepada people power menuntut keadilan ke Bawaslu untuk mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf sebagai peserta Pilpres 2019.

"Ini bukti nyata people power walaupun belum banyak inilah bentuk people power yang sesungguhnya. Bukan people power untuk makar," ucap Eggi.

Massa yang mengatasnamakan Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak) memang mengelar aksi di depan kantor Bawaslu RI.

Massa yang mayoritas menggunakan baju putih terlihat bergerombol di depan Bawaslu sambil sesekali berorasi tanpa pengeras suara.

Mereka terlihat membawa bendera kuning dan menyerukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) curang terhadap Pemilu Presiden 2019.

Massa Gerak pun nampak mencoba masuk ke dalam gedung Bawaslu.

Namun, pihak kepolisian menghadang massa di pintu gerbang Bawaslu.

Di tengah aksi dorong-dorongan massa dengan polisi, Kivlan Zen dan Eggi Sudjana muncul dan mencoba masuk ke gedung Bawaslu.

"Permisi, permisi, Jenderal Kivlan Zen mau lewat," ucap seorang pendampingnya.

Namun, kepolisian tidak mengizinkannya masuk ke dalam gedung Bawaslu.

"Jika saudara memiliki surat ijin untuk melakukan aksi silahkan berikan ke kami nanti kami amankan. Jika tidak ada mohon maaf saudara sekalian untuk tidak berada di sini karena mengganggu pengguna jalan lainnya," kata seorang anggota polisi melalui pengeras suara.

Polisi pun membunyikan sirinenya guna membubarkan massa yang membuat kemacetan di sekitar jalan MH Thamrin.

Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved