PSIS Semarang Berencana Gelar Doa Bersama di Pesantren Jelang Jumpa Persija

PSIS Semarang berencana bakal menggelar doa bersama dengan salah satu pondok pesantren (Ponpes) tengah pekan ini sebelum bersua Persija Jakarta

PSIS Semarang Berencana Gelar Doa Bersama di Pesantren Jelang Jumpa Persija
Tribun JAteng/Hermawan Handaka
Laga uji coba PSIS Semarang menghadapi Arema FC, di Stadion Moch Soebroto Magelang, Sabtu (11/5/2019. 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - PSIS Semarang berencana bakal menggelar doa bersama dengan salah satu pondok pesantren (Ponpes) tengah pekan ini sebelum bersua Persija Jakarta, Minggu (26/5/2019) mendatang

Hal tersebut diungkapkan Komisaris PSIS, Kairul Anwar. Jika biasanya PSIS menggelar doa bersama di Semarang, berbeda dengan musim ini diadakan di Magelang.

Kairul menjelaskan, doa bersama ini merupakan salah satu agenda rutin PSIS yang dilakukan sebelum kompetisi bergulir.

Namun berbeda dengan tahun ini, acara doa bersama baru bisa dilaksanakan saat kompetisi sudah berlangsung.

"Istilahnya kami berdoa untuk kesuksesan di musim ini. Karena semua kegiatan harus kita awali dan akhiri dengan berdoa. Rencananya di salah satu Pondok Pesantren di Magelang. Nanti jika sudah fix tempatnya, teman-teman saya kabari. Kalau biasanya di Semarang," kata Kairul, Senin (20/5/2019).

Musim ini PSIS menargetkan bisa finish posisi delapan di akhir musik Liga 1 2019. Target ini lebih baik dari pencapaian PSIS musim lalu yang mampu bertengger di posisi sepuluh klasemen akhir.

Musim ini, target PSIS diharapkan bisa tercapai. Terlebih PSIS merombak hampir sebagian skuadnya musim ini, dan di klaim lebih baik dari musim lalu.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho menjelaskan daei sisi kualitas, memang lebih baik di musim ini. Selain itu, PSIS juga bisa memakai semua pemain asingnya.

"Dari sisi kualitas kita lebih baik dari kemarin. Dari sisi kuantitas kita sudah ada pemain asing yang tentunya kualitasnya lebih mumpuni. Ditambah pemain-pemain lokal yang tidak kalah bagusnya. Sehingga kalau dari sisi kualitas, materi saat ini lebih bagus dari kemarin," ucap Agung.

Berbeda dengan musim lalu, PSIS hanya diperkuat tiga pemain asing kuota bebas atau non AFC.

Sebenarnya PSIS juga merekrut pemain asing asia, namun dua pemain yang direkrut baik Akhlidin Israilov di putaran pertama, dan abou Bakr Al Mel di putaran kedua tak banyak memperkuat PSIS.

Akhlidin tidak mendapat tempat di skuad utama saat PSIS masih dilatih Vincenzo Alberto Annese membuat pemain Timnas Kyrgyztan itu dicoret di akhir putaran pertama.

Di putaran kedua, Abou Bakr Al Mel yang resmi diikat kontrak, mendadak mengundurkan diri setelah baru menjalani beberapa laga bersama PSIS. Ia beralasan harus kembali ke negaranya (Lebanon-red), sebab ayahnya sedang mengalami sakit.(*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved