PSIS Semarang Targetkan Posisi Delapan Besar Musim Ini, Setyo Agung: Harus Menang di Tiap Laga

Direktur Teknik PSIS Semarang, Setyo Agung Nugroho memiliki target jangka pendek dan jangka panjang yang sudah dicanangkan sejak awal kompetisi.

PSIS Semarang Targetkan Posisi Delapan Besar Musim Ini, Setyo Agung: Harus Menang di Tiap Laga
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SETIAPUTRA
Direktur Teknik PSIS Semarang, Setyo Agung Nugroho. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang menargetkan finish di posisi delapan klasemen akhir kompetisi Liga 1 musim 2019.

Target ini naik dua tingkat dari pencapaian PSIS Semarang di Liga 1 musim 2018.

Direktur Teknik PSIS Semarang, Setyo Agung Nugroho memiliki target jangka pendek dan jangka panjang yang sudah dicanangkan sejak awal kompetisi.

Untuk itu, dia berharap di putaran pertama musim ini, PSIS Semarang mampu meraih kemenangan demi kemenangan agar memudahkan tim kebanggan Kota Semarang tersebut mencapai targetnya finish di posisi delapan besar klasemen akhir Liga 1 musim 2019.

Sayang, dalam laga perdana PSIS Semarang di musim ini gagal meraih kemenangan sendiri kala menjamu tim promosi Kalteng Putra, Kamis (16/5/2019) lalu.

Skuad asuhan Jafri Sastra harus tertunduk malu di depan publik sendiri dengan kekalahan 1-2.

"Mudah-mudahan untuk target awal masuk di delapan besar bisa terpenuhi. Kami berpikir begini, target jangka panjangnya adalah finish di posisi delapan besar. Untuk target jangka pendeknya memenangkan setiap pertandingan baik itu home maupun away," katanya, Senin (20/5/2019).

Perkara di putaran pertama sudah melampaui target, itu adalah bonus dari kerja keras.

Lebih lanjut, menurut Agung dari sisi kualitas, materi pemain PSIS Semarang musim ini jauh lebih baik dari musim lalu.

PSIS juga bisa memakai semua pemain asingnya.

"Dari sisi kualitas kita lebih baik dari kemarin. Dari sisi kuantitas kita sudah ada pemain asing yang tentunya kualitasnya lebih mumpuni. Ditambah pemain-pemain lokal yang tidak kalah bagusnya. Sehingga kalau dari sisi kualitas, materi saat ini lebih bagus dari kemarin," ucap Agung.

Berbeda dengan musim lalu, PSIS Semarang hanya diperkuat tiga pemain asing kuota bebas atau non AFC.

Sebenarnya PSIS juga merekrut pemain asing Asia, namun dua pemain yang direkrut baik Akhlidin Israilov di putaran pertama, dan Abou Bakr Al Mel di putaran kedua tak banyak memperkuat PSIS Semarang.

Akhlidin tidak mendapat tempat di skuad utama saat PSIS masih dilatih Vincenzo Alberto Annese membuat pemain Timnas Kyrgyztan itu dicoret di akhir putaran pertama.

Di putaran kedua, Abou Bakr Al Mel yang resmi diikat kontrak, mendadak mengundurkan diri setelah baru menjalani beberapa laga bersama PSIS. Ia beralasan harus kembali ke negaranya (Lebanon-red), sebab ayahnya sedang mengalami sakit. (F Ariel Setiaputra)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved