Kabid E-Government Diskominfo Pati: Smartcity Butuh Peran Serta Masyarakat di Luar Birokrasi

"Maka pelaksanaan Smartcity tidak hanya dipikul birokrat. Ada pula peran-serta masyarakat di luar birokrasi," tuturnya

Kabid E-Government Diskominfo Pati: Smartcity Butuh Peran Serta Masyarakat di Luar Birokrasi
Tribunjateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Kabid E-Government Diskominfo Pati: Smartcity Butuh Peran Serta Masyarakat di Luar Birokrasi 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Penghargaan Top IT dan TELCO 2019 dalam kategori Top Innovative E-Government for Supporting to Small Medium Enterprises yang diterima Kabupaten Pati pada 27 Maret 2019 lalu merupakan tanggung jawab besar yang harus diampu pemerintah dan masyarakat terkait implementasi program Smartcity.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati Luky Pratugas dalam Focus Group Discussion (FGD) Dewan Smartcity di Ruang Pragola Setda Kabupaten Pati, Selasa (21/5/2019).

"Kami menyadari, implementasi Smartcity tidak seperti membalikkan telapak tangan. Butuh proses dan perencanaan yang sangat matang. Oleh karena itu kemarin kami juga sudah menyelesaikan Masterplan Smartcity yang akan kami susun Perbupnya," ujarnya.

Luky mengatakan, masterplan Smartcity dapat diimplementasikan secara komprehensif untuk birokrasi dan nonbirokrasi, sehingga sesuai visi Smartcity Diskominfo, pada 2025 program Smartcity bisa terlaksana sesuai harapan.

Luky menegaskan, menyukseskan Smartcity merupakan tanggungjawab bersama.

"Maka pelaksanaan Smartcity tidak hanya dipikul birokrat. Ada pula peran-serta masyarakat di luar birokrasi," tuturnya.

FGD hari itu, terang Luky, diadakan dalam rangka agar sesama anggota Dewan Smartcity dan Tim pelaksana Smartcity memiliki pemahaman yang sama terkait Masterplan Smartcity Kabupaten Pati.

"Untuk kita membagi ide dan informasi dalam rangka melakukan penyempurnaan di tataran perencanaan maupun implementasi dan evaluasi," katanya.

Luky menginformasikan, pada 18 dan 20 Juni 2019 mendatang, di Banyuwangi akan ada evaluasi implementasi gerakan Smartcity untuk 75 Kabupaten/Kota termasuk Pati.

"Sehingga FGD yang didukung para vendor ini perlu kami selenggarakan untuk menerima masukan dari dewan dan tim pelaksana Smartcity," tandasnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved