Pertengahan Ramadan, 40 Pengemis di Kota Semarang Terjaring Razia Tim Gabungan

Momen Ramadan dimanfaatkan oleh para pengemis untuk mengais rezeki di sejumlah titik Kota Semarang.

Pertengahan Ramadan, 40 Pengemis di Kota Semarang Terjaring Razia Tim Gabungan
ISTIMEWA
Sebanyak 19 PGOT yang terjaring razia dibawa ke Rumah Rehabilitasi Sosial Among Jiwo, Beringin, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Selasa (21/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Momen Ramadan dimanfaatkan oleh para pengemis untuk mengais rezeki di sejumlah titik Kota Semarang.

Mereka mangkal di fasilitas umum seperti masjid, trotoar, hingga di sejumlah ruas jalan.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Semarang, Tri Waluyo mengatakan, hingga pertengahan Ramadan ini, hampir 40 pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) terjaring razia oleh tim gabungan.

Dari jumlah tersebut, terdapat tiga anak-anak, lima anak remaja, dan sisanya merupakan orang dewasa.

"Mereka memang sengaja minta-minta. Bahkan, ada yang sudah pernah tertangkap dua kali, sudah kami rehabilitasi, tetap kembali ke jalanan," ungkap Tri, Selasa (21/5/2019).

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Sragen Imbau Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu

Tri menuturkan, saat ini para PGOT direhabilitasi di Panti Rehabilitasi Sosial Among Jiwo, Beringin, Ngaliyan.

Mereka diberi pembinaan dan penguatan mental selama 15 hari agar mereka tidak lagi turun ke jalanan menjadi pengemis.

"Kami adakan pengajian, kami berikan edukasi terkait perda yang mengatur tentang PGOT, kami beri edukasi-edukasi," katanya.

Setelah 15 hari mendapatkan pembinaan, lanjut Tri, para PGOT akan dikembalikan kepada keluarganya.

Diakuinya, sebagian besar PGOT yang ada di Kota Semarang berasal dari daerah luar Kota Semarang.

Halaman
123
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved