Puluhan Rambu Portable Mulai Dipasang di Kawasan Wisata Karanganyar, Termasuk Jalur Alternatif

Dishub PKP Kabupaten Karanganyar bersama Satlantas Polres Karanganyar memasang 41 rambu di 21 titik sekitar kawasan wisata dan jalur menuju jalan tol.

Puluhan Rambu Portable Mulai Dipasang di Kawasan Wisata Karanganyar, Termasuk Jalur Alternatif
ISTIMEWA
Rambu portable telah dipasang Dishub PKP Kabupaten Karanganyar di Perempatan Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Selasa (21/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Menjelang arus mudik Lebaran 2019, Dinas Perhubungan, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (Dishub PKP) Kabupaten Karanganyar bersama Satlantas Polres Karanganyar memasang 41 rambu di 21 titik sekitar kawasan wisata dan jalur menuju jalan tol.

Kepala Dishub PKP Kabupaten Karanganyar, Sundoro mengatakan, persiapan arus mudik dan libur Lebaran, koordinasi telah dilakukan bersama Polres Karanganyar untuk memasang rambu-rambu lalu lintas di kawasan wisata dan arah menuju jalan tol.

Ia menjelaskan, rambu-rambu tersebut hanya berupa penunjuk arah.

Rambu tersebut dipasang sebagai langkah antisipasi sekaligus berfungsi untuk mengurai kemacetan lalu lintas jalan linear.

"Jangan sampai ada kemacetan atau terjadi konflik lalu lintas yang jalannya linear. Jadi mengarahkan ke jalan alternatif untuk memecah arus lalu lintas," ungkapnya, Selasa (21/5/2019).

"Dari Jalan Karangpandan-Sukuh-Kemuning-Gondang. Kalau balik di jalur yang sama itu kan linear. Kami arahkan melalui Mojogedang, Jenawi, dan Kerjo. Kami beri rambu-rambu supaya tidak tersesat," lanjutnya.

Sundoro menuturkan, rambu-rambu penunjuk arah itu berbahan MMT dan bisa bongkar pasang.

"Rambu itu efektif H-7 dan akan dilepas pada H+15 Lebaran," tuturnya.

Ia memprediksi volume lalu lintas di kawasan wisata mulai naik pada H-2 Lebaran.

Adapun adanya jalan tol, menurutnya mempengaruhi jumlah kendaraan yang melintas saat arus mudik di wilayah Karanganyar.

"Ketika belum ada jalan tol, pemudik menuju Jawa Timur lewatnya ke sini. Sekarang ada jalan tol pasti motong ke sana. Paling nanti beberapa kendaraan dari menuju Magetan, Ponorogo, Pacitan lewat sini. Perkiraannya pemudik berkurang sekitar 20 persen," tuturnya.

"Tapi arus baliknya kemungkinan akan tinggi, karena pemudik sekalian pulang lewat jalur wisata. Kalau lewat jalan tol kan monotong, jalannya itu terus. Tapi kalau dari Madiun, Ponorogo lewat jalur wisata bisa istirahat di daerah Tawangmangu," lanjutnya.

Sementara itu, terkait pengamanan di Jalan Alternatif Tawangmangu- Magetan atau jalan tembus, ia menyampaikan, pihak DPU dan BPBD sudah memasang rambu-rambu berupa MMT berisi imbauan kepada pengendara supaya lebih berhati-hati melintas di daerah longsor.

Lebih lanjut terkait penerangan jalan umum, pihaknya berusaha melengkapi ruas jalan yang memiliki penerangan minim.

"Di depan RS Jati Husada sudah dipasang. Setiap ada keluhan dari masyarakat, kami berusaha memenuhinya," jelasnya. (Agus Iswadi)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved