Begini Tips Tetap Nyaman Berkendara Kala Teriknya Matahari Selama Ramadan

Asupan nutrisi yang terbatas, bangun lebih pagi karena sahur, hingga teriknya matahari yang menerpa saat dahaga menyerang menjadi beberapa faktor.

Begini Tips Tetap Nyaman Berkendara Kala Teriknya Matahari Selama Ramadan
ISTIMEWA
Beberapa pengemudi berkendara motor selama Ramadan dalam kondisi terik. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mengendarai sepeda motor saat Ramadan dalam suasana yang terik tentu akan berbeda dibanding bulan biasa dimana tidak diwajibkan bagi umat muslim untuk berpuasa.

Asupan nutrisi yang terbatas, bangun lebih pagi karena sahur, hingga teriknya matahari yang menerpa saat dahaga menyerang menjadi beberapa faktor.

Padahal, puasa tidak lantas membuat siapapun mengurangi aktivitas, baik di dalam maupun luar ruangan.

Untuk mensiasati hal itu, pada momen Ramadan ini, Main Dealer Astra Motor Jateng membeberkan tips berkendara supaya tetap fokus dan aman saat berkendara meskipun sedang berpuasa. 

Oke Desiyanto selaku Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng mengatakan, saat puasa, dehidrasi akan membuat tubuh mudah merasa lelah, konsentrasi menurun yang berpengaruh terhadap kestabilan emosi.

"Oleh karena itu yang pertama harus diperhatikan adalah asupan gizi, air, dan istirahat cukup untuk tubuh. Aturlah makanan sehingga kebutuhan kalori dan nutrisi selama sehari mencukupi. Minumlah dua gelas setelah berbuka puasa, 4 gelas di malam hari dan 2 gelas air putih saat sahur," terang Oke, Rabu (22/05/2019).

Kedua, hal yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan perlengkapan berkendara yang mendukung kenyamanan saat berkendara di bulan puasa.

Hindari penggunaan perlengkapan berkendara yang malah membuat lebih mudah kehilangan cairan tubuh dan mengganggu konsentrasi.

"Ketiga persiapkan kendaraan dengan mengecek keseluruhan fungsi dan kinerja dibagian roda, rem, lampu – lampu, klakson dan mesin. Agar terhindar kegagalan pengoperasian dan terganggu selama berkendara," bebernya.

Hal yang tidak kalah penting adalah mempertahankan konsentrasi, sopan, beretika, dan ikuti dengan baik petunjuk dan aturan berlalu lintas. Ia meminta pengendara motor untuk lebih bersabar, redamlah emosi. 

"Ingatlah, tidak seluruhnya pengendara mempersiapkan diri atau memiliki kemampuan bersabar. Maklumi kekurangan dan kelemahan orang lain. Bersyukurlah masih memiliki kecerdasan emosi dan kesabaran yang lebih dibanding dengan pengendara lain yang kurang itu akan membuat lebih tenang dan konsentrasi," ucapnya. (Rival Almanaf)

Penulis: rival al-manaf
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved