BPJS Ketenagakerjaan : Masih Banyak Pekerja yang Belum Terlindungi

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kanwil Jateng & DIY, terus berupaya melindungi seluruh masyarakat pekerja

BPJS Ketenagakerjaan : Masih Banyak Pekerja yang Belum Terlindungi
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Pelaksanaan Media Gathering yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng dan DIY. Berlokasi di kantor BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng dan DIY, jl. Pemuda Semarang, Rabu (22/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kanwil Jateng & DIY, terus berupaya melindungi seluruh masyarakat pekerja yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Masih banyaknya pekerja yang belum terlindungi menjadi tantangan bagi BPJS Ketenagakerjaan.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jateng dan DIY, Moch Triyono mengungkapkan, seluruh upaya akan ditempuh untuk melindungi pekerja yang belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Potensi peserta BPJS Ketenagakerjaan masih tinggi, khususnya di pekerja informal. Kami akan melakukan pendekatan lewat komunitas-komunitas, menggandeng pemerintah daerah, dan dinas-dinas terkait, sosialisasi secara massif melalui media cetak maupun media sosial," ungkap Triyono, dalam acara media Gahtering, Rabu (22/5/2019).

Triyono mengatakan, jumlah peserta dari sektor pekerja informal (Bukan Penerima Upah) memang masih sangat kurang, jika dibandingkan dengan pekerja formal (Penerima Upah).

Karena jumlah yang masih kurang, pihaknya konsen kepada pekerja informal dengan menggandeng komunitas-komutas untuk meningkatkan kepesertaan informal.

Seperti komunitas petani, komuintas nelayan, komunitas penderes kelapa, deiver-driver online, sektor pariwisata, dan lain-lain.

Mereka semua membutuhkan perlindungan jaminan sosial, untuk menanggulangi terciptanya warga miskin baru.

"Jumlah peserta di Wilayah Jateng & DIY sampai dengan April 2019 adalah, tenaga kerja formal sebanyak 1,8 juta pekerja, tenaga kerja informal sebanyak 290 ribu pekerja, tenaga kerja jasa konstruksi sebanyak 782 ribu pekerja, sedangkan jumlah perusahaan/badan usaha yang terdaftar sebanyak 72 ribu perusahaan," jelasnya.

Adapun pembayaran total klaim jaminan pada BPJS Ketenagekerjaan kanwil Jateng & DIY dari Januari sampai April 2019, sebanyak 125 ribu kasus dengan total pembayaran Rp 877 miliar.

"Rincian pembayaran tersebut adalah Jaminan Kecelakaan Kerja sebanyak 7 ribu kasus dengan jumlah Rp 39 miliar, Jaminan Kematian 1,2 ribu kasus dengan jumlah Rp 32 miliar, Jaminan Hari Tua 107 ribu kasus dengan total Rp 800 miliar, dan Jaminan Pensiun 9 ribu kasus dengan jumlah Rp 5 miliar," paparnya.

Adanya BPJS Ketenagakerjaan, Ia berharap Pemerintah menyisihkan anggaran untuk orang-orang yang memang layak dibantu. Seperti pekerja Informal yang memang layak dibantu, bukan penduduk tapi pekerja.

"Dengan menyisihkan anggaran tersebut, Pemerintah tidak lagi istilahnya dua kantong. Maksudnya adalah ketika ada warga yang meninggal Pemerintah memberikan santunan katakan Rp 5 juta, karena sudah ada yang menanggung," pungkasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved