Bulog Subdrive 4 Banyumas Jamin Kebutuhan Pokok di Purbalingga Aman
Badan Urusan Logistik (Bulog ) Subdrive 4 wilayah Banyumas, menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Purbalingga.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Badan Urusan Logistik (Bulog ) Subdrive 4 wilayah Banyumas, menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Purbalingga.
Menurut Kepala Bulog Subdrive 4 Banyumas, Tony Supriyadi, saat ini di gudang Bulog terdapat 1.577 ton beras premium. Selain beras, stok komoditas lain semisal gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu juga disebutnya dalam kondisi baik.
“Untuk gula pasir tiap minggu kita didrop 30 ton sehingga dilihat dari ketersediaan cukup,” katanya.
Jika terjadi kekurangan pada beberapa komoditas, menurut Tony, Bulog akan segera melakukan pengadaan karena mekanismenya bisa langsung beli dan jual ke masyarakat. Karena itu Tony optimis semua kebutuhan pokok masyarakat bisa tercukupi.
Bulog pun memberikan alternatif pemenuhan kebutuhan protein dengan menjual daging kerbau beku dengan HET (harga eceren tertinggi) sebesar Rp 80 ribu. Ini sebagai alternatif di tengah tingginya harga daging sapi segar di pasar mencapai Rp 140 ribu perkilogram.
Bulog juga bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Purbalingga untuk melaksankaan pasar murah di 6 kecamatan. Pasar murah di 2 kecamatan dilaksanakan sebelum Ramadan dan di 4 kecamatan saat memasuki bulan Ramadan.
"Ada sekitar 1. 700 paket untuk kegiatan pasar murah. Dalam pasar murah kita jual gula, minyak goreng, tepung terigu dan daging kerbau. Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk memenuhi kebutuhan daging dengan harga lebih murah,” katanya.
Untuk operasi pasar, Bulog belum merencanakannya sekarang. Bulog hanya mengefektifkan kepanjangan tangan Bulog yakni Rumah Pangan Kita (RPK) untuk menstabilkan harga-harga di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga. Di subdrive 4 Banyumas, terdapat 500-1000 RPK.
“ Kepada masyarakat diharapkan jangan panik sehingga membeli kebutuhan pkok dengan jumlah yang besar, Insyallah stok ada dan harganya kalau tidak terjadi kepanikan akan stabil,” katanya.
Untuk kecukupan kebutuhan bawang bawang putih maupun bawang merah, Tony menyarankan Dinas Perdagangan dan perindustrian Purbalingga agar berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan.
“ Kemarin Dinperindag Kabupaten Banyumas sudah menghubungi Kemeterian Perdagangan dan alhamdulillah mendapatkan droping sebesar 6 ton untuk diperdagangkan di wilayah Banyumas,” katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petugas-dari-gudang-bulog-bondansari-wilayah-vi.jpg)